YAYASAN KEPAK SAYAPKU BUMIKAN PANCASILA MELALUI MADRASAH VLOG COMPETITION 2019

foto : (ki-ka) Ibu Ani Busro Ketua Yayasan Kepak Sayapku, Bapak Imam Safi'i seksi kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag , Bapak Drs. Suprat, M.E Kepala seksi kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim,Rudi Oktave pimpinan Etno Psycho Sineas

POCIMEDIA.COM | Surabaya – Momentum Sumpah Pemuda wajib diperingati setiap tahunnya, tentu saja banyak hal positif yang dapat dilakukan. Seperti halnya yang dilakukan Yayasan KEPAK SAYAPKU.

Organisasi yang peduli terhadap Perempuan dan Anak ini rajin membuat gerakan yang sejalan dengan Revolusi Mental, termasuk saat ini.

Dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda, Yayasan Kepak Sayapku bekerja sama dengan Kemenag RI Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan menggelar MADRASAH VLOG COMPETITION 2019 untuk siswa madrasah dengan tema ‘Membumikan Pancasila, Ini Tanah Airmu Tanah Nusantara Merdeka’.

” Tujuan Kegiatan ini adalah Meningkatkan kecintaan dan kebanggaan siswa madrasah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Menyebarkan pesan damai dan mengokohkan persatuan kesatuan antar pemuda Indonesia dari siswa madrasah. Selain itu adalah sebagai sarana mengembangkan kreatifitas dan kemampuan public speaking siswa madrasah sekaligus meningkatkan citra baik pemuda Indonesia,” papar Ani Busro saat sosialisasi lomba kepada guru-guru Madrasah seJatim di Kantor Kemenag Jatim. (Selasa, 29 Oktober 2019).

Hadir dalam acara tersebut, Bapak Drs. Suprat, M.E Kepala seksi kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Bapak Imam Safi’i dari seksi kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Rudi Oktave pimpinan Etno Psycho Sineas sekaligus Juri MADRASAH VLOG COMPETITION 2019.

Sejalan dengan fokus gerakan Revolusi Mental, dimana peningkatan upaya promotif dan preventif anti toleransi diprioritaskan untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila dan agar orang yang cinta tanah air tetap menjaga toleransi dan persatuan bangsa, masih ujar Ani Busro.

” Kita masih harus bekerja keras dan bekerja cerdas untuk mencapai sasaran persatuan bangsa dengan mengutamakan sikap toleransi dan cinta tanah airyang harus kita masyarakatkan agar budaya bangsa Indonesia benar-benar kembali menjadi roh dan semangat bangsa. Sikap toleransi, menerima perbedaan , cinta tanah air dan menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa hendaknya ditanamkan sejak usia dini dan menjadi budaya sehari-hari sepanjang hidup,” lanjut Ani Busro panitia MADRASAH VLOG COMPETITION.

Masih Ani, Salah satu cara untuk mengekspresikan kecintaan terhadap Pancasila dan Tanah air adalah dengan menyosialisasikannya lewat medium vlog karena saat ini vlog sudah menjadi kegiatan sehari-hari generasi milenial. Dengan menyampaikan pesan-pesan yang baik dan tepat diharapkan lebih mudah tersampaikan dan tercerna sehingga menjadi jembatan pemersatu bangsa, pungkas Ani.

Sesuai jadwal, untuk pendaftaran peserta adalah 23 Oktober s/d 15 November 2019 setelah itu barulah digelar Verifikasi dan Penjurian 3 tahapan sampai dengan tanggal 1 Desember 2019 Pengumuman Pemenang Lomba Vlog 1, 2 dan 3.

Peserta adalah siswa madrasah kelas X dn XI, setiap madrasah dapat mengirimkan minimal 3 vlog dan dapat memilih tema Vlog Toleransi, Cinta Tanah Air, dan Persatuan Bangsa atau bisa ketiganya. Konten VLOG juga tidak boleh melanggar HAKI, tidak mengandung unsur SARA ataupun Pornografi dalam hal ini panitia berhak menyeleksi dan berhak tidak menayangkan VLOG yang masuk dalam kategori tersebut.

Yang menarik, Tim juri juga akan memilih 30 finalis yang akan mendapat penghargaan mengikuti workshop film gratis di Jakarta selama 5 hari (27 November – 1 Desember 2019) untuk mengetahui cara membuat film secara benar, dibimbing oleh tim sineas Etno Psyco pimpinan Rudi Oktave.

Setelah acara tersebut barulah diumumkan tiga pemenang yang berhak mendapat hadiah Juara 1 uang pembinaan sebesar Rp. 7 juta dan Rp. 5 Juta untuk juara kedua. Sedang untuk juara ketiga mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 3 juta. Dan 3 orang yang terpilih akan didaulat mempresentasikan film pendek buatannya pada misi budaya di Eropa tahun 2020.

Pendaftaran : http://madrasah.kemenag.go.id/vlog2019/

” Informasi dan pendaftaran dapat langsung membuka link https://madrasah.kemenag.go.id/vlog2019/ ,” pungkas Ani Busro panitia MADRASAH VLOG COMPETITION 2019. (nw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: