Hermansjah, ketua PWI Sumut

POCIMEDIA.COM | Medan – Ketua PWI Sumut, Hermansjah, sangat menyayangkan ada pegawai yang mengusir wartawan saat akan membahas soal anggaran pada pertemuan Anggota DPRD Kota Medan dan Sekretariat DPRD Bantul Yogyakarta, Rabu (27/11/2019) di Kantor DPRD Medan.

Dihubungi melalui seluler, Hermansjah menyebutkan, penggunaan anggaran haruslah diketahui oleh masyarakat. Melalui pemberitaan wartawan adalah salah satu cara, masyarakat melihat dan mengawasi penggunaan anggaran.

“Kita sangat menyayangkan kejadian itu. Kenapa harus ditutupi, itu duit rakyat. Ada apa, kenapa harus disembunyikan. Apa itu misterius. Wartawan itu dilindungi oleh undang-undang loh,”ujar Hermansjah.

Menurut Hermansjah, fungsi wartawan itu, mencari, meliput dan menyiarkan berita untuk informasi kepada masyarakat. Semakin pembahasan tentang anggaran ditutupi, maka wartawan akan terus berusaha mencari tahu.

“Kita lihat saja di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, mereka sengaja memamerkan penggunaan anggaran kepada masyarakat melalui iklan. Sama seperti di Kalimantan Timur, mereka juga terbuka soal anggaran. Karena masyarakat berhak tahu kemana uangnya digunakan, apalagi sekarang jaman keterbukaan informasi,”kata Hermansjah.

Namun begitu, Hermansjah tak ingin menuding dan hanya berusaha berprasangka baik. Dia menilai, pegawai dan staf yang mendampingi dewan belum mengerti fungsi dan tugas wartawan.

“Kita dilindungi undang-undang, tak hanya ASN, TNI/POLRI saja yang dilindungi undang-undang. Jelas tertulis di UU nomor 40 tahun 1999 dan itu tolong dihormati, fungsi wartawan apa. Mungkin dia belum tahu dan harusnya dia paham, “ujar Hermansjah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here