foto : google

POCIMEDIA.COM | Hongkong – Meninggalnya seorang mahasiswa yang diyakini ikut serta dalam sebuah unjuk rasa di Hong Kong hari Senin (04/11/2019) lalu memicu kemarahan orang-orang terhadap kepolisian. Mahasiswa itu meninggal hari Jumat (08/11/2019).

Berbagai unjuk rasa diserukan di enam lokasi, termasuk sejumlah fasilitas komersial, hari Minggu (10/11/2019) siang.

Sejumlah pemuda bermasker hitam berkumpul di kawasan pemukiman di New Territories, dan merusak gerbang-gerbang tiket di stasiun kereta bawah tanah.

Di sebuah pusat perbelanjaan di sebelah stasiun itu, meja-meja dan lampu dirusak di restoran dan toko milik perusahaan yang diyakini dekat dengan Cina daratan. Sejumlah toko ditutup dan keluarga-keluarga melarikan diri dari tempat itu.

Lima bulan telah berlalu sejak serangkaian unjuk rasa dimulai di Hong Kong. Kemarahan masyarakat terhadap kepolisian meningkat sejak meninggalnya seorang mahasiswa, sebagian di antaranya menyerukan balas dendam.

Terdapat juga seruan kepada siswa SMA untuk memboikot kelas pada hari Senin (11/11/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here