TINGGINYA NILAI GIZI DAGING KAMBING

foto: ilustrasi

Daging kambing hingga kini masih dijadikan alasan dari penyebab kolesterol naik. Tak jarang pula, olahan lauk hewani ini kadang begitu dihindari saat ada perayaan besar. Padahal ternyata, daging kambing ini adalah salah satu makanan favorit Rasulullah ﷺ. Daging kambing sendiri mengandung banyak protein, mineral, dan vitamin. Tetapi sedikit mengandung lemak yang memicu kolesterol. Maka dari itu memakan daging kambing tidak bertentangan dengan aspek konsumsi agama.

Kandungan dalam daging kambing di antaranya; air 75,43%, protein 19,95%, air 1,06%, dan lemak 3,55%. Kadar asam amino esensial dan asam amino non esensial dalam protein daging kambing sangat seimbang. Hal ini serupa juga dalam daging sapi. Bahkan komposisinya hampir sama. Tak hanya itu, daging kambing juga mengandung Taurin. Yang di mana kandungan ini efektif untuk hipertensi.

Per 3,5 ons daging kambing, mengandung energi sebesar; zat besi 3,7 miligram, vitamin B12 1,2 mikrogram, kalsium 17 miligram, protein 27 gram, dan natrium 86 miligram. Untuk kandungan lemaknya, daging kambing mengandung lemak sebesar 3 gram. Lemak jenuh 0,9 gram, lemak tak jenuh tunggal 1,4 gram, lemak tak jenuh ganda 0,3 gram. Sementara kandungan kalori di dalam daging kambing sebesar 143 kalori.

Rendahnya asam lemak jenuh dalam daging kambing ternyata dapat dimanfaatkan sebagai alternatif yang lebih sehat dari daging merah lainnya untuk dikonsumsi. Penurunan risiko stroke dan jantung koroner juga berkorelasi dengan kandungan asam lemak tak jenuh pada kambing. Setidaknya ada 50% kandungan asam lemak jenuh di kambing. Dan 50% lemak tak jenuh ada di daging kambing. Keduanya sama-sama mengandung kadar asam oleat yang tinggi. Sehingga lemak tak jenuh, baik tunggal ataupun ganda dapat mengurangi risiko penyakit jantung maupun stroke.

Berdasarkan temuan ini, studi klinis yang dilakukan Harvard School of Health pada tahun 2008, mengungkapkan bahwa risiko penyebab peningkatan penyakit kronis dapat disebabkan lemak jenuh. Sementara peningkatan kadar kolesterol dalam darah, pengurangan peradangan, serta menstabilkan irama jantung merupakan manfaat dari lemak tak jenuh. Lemak jenuh (lemak jahat) yang berasal dari makanan berperan meningkatkan kadar kolesterol LDL. Sementara lemak tak jenuh baik tunggal ataupun ganda dapat membantu mengurangi kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL dalam darah. Jadi ada kemungkinan daging kambing dapat mengurangi risiko arteriosklerosis dan penyakit koroner. Serta, mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

Namun dari nilai gizinya yang tinggi, daging kambing belum banyak dilirik karena baunya yang khas serta rumor yang beredar. Padahal belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa daging kambing dapat meningkatkan kolesterol.  Ini juga termasuk susunya, yang ternyata susu kambing ini sangat baik kandungannya. Namun jika ada yang merasa kolesterol naik setelah memakan daging kambing, mungkin karena salah dalam pengolahannya. Atau garam yang berlebihan. Maka dari itu, kita kambingputihkan kambing yang selama ini dikambinghitamkan akar dari segala penyebab kolesterol naik. @beavinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: