STAF AHLI SRI MULYANI TARIK SURYO UTOMO KE KURSI DIRJEN PAJAK

Sumber : Google

POCIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Suryo Utomo menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak baru. Ia menggantikan Robert Pakpahan yang memasuki masa pensiun pada 31 Oktober 2019.

Suryo bukanlah sosok yang baru di bidang perpajakan. Tetapi Sebelumnya dia mengemban amanah sebagai Dirjen Pajak, dia menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan di Bidang Kepatuhan Pajak sejak Juli 2015.

Pria kelahiran Semarang ini, mengawali karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekretariat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tahun 1993.
Perlahan-lahan tapi pasti, sehingga karirnya semakin menanjak. pada Tahun 1998, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Pajak Pertambahan Nilai (PPN)di  Industri.

Pada tahun 2006, ia  juga ditunjuk menjadi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga. Lalu, ia ditetapkan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Satu di tahun 2008.

Hanya satu tahun ia menjabat, lalu ia dipromosikan menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I. Tahun 2010, ia kembali ke pusat menempati posisi Direktur Peraturan Perpajakan I.

Karirnya di bidang perpajakan tak lepas dari latar belakang pendidikan Suryo. Ia menempuh pendidikan Jurusan Ekonomi di Universitas Diponegoro, Semarang. Lalu, ia melanjutkan pendidikan Master of Business Taxation di University of Southern California, Amerika Serikat dan menamatkan pendidikan master pada 1998.

Mulai hari ini, Suryo akan meneruskan tongkat estafet mengejar penerimaan perpajakan sebagai komponen utama pendapatan negara. Tugasnya dia untuk  mengumpulkan uang perpajakan dan itu tidak bisa dibilang remeh.

Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sendiri, telah mengakui hal tersebut. Belum lama ini, ia menuturkan bahwa tantangan penerimaan pajak akan semakin berat di semester II. Kondisi ini  tersebut akan terjadi seiring perlambatan ekonomi yang semakin terasa.

Data Kementerian Keuangan tercata dan terealisasi  bahwa penerimaan pajak yang selama ini sebesar Rp. 801,16 triliun per Agustus 2019. Dan raihan itu baru mencapai 50,78 persen dari target APBN 2019 senilai Rp. 1.577,5 triliun. (*)

Sumber : cnnindonesia[dot]com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*