SIMPANAN MENGUAP SAAT RILIS SBN 30 PERSEN SEBUT BOS BCA

Sumber : google

POCIMEDIA.COM | Jakarta – Direktur Utama dari PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Jahja Setia Atmadja mengaku bahwasanya ada 30 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang  akan dihimpun di perusahaan yang menyusut pada saat kali pemerintah merilis Surat Berharga Negara (SBN) ritel. Maka dapat di artikan, sebagian besar nasabah menarik dananya dan mengalihkannya ke instrumen surat utang negara tersebut.

Sehingga  jumlah DPK perusahaan turun, tetapi Jahja sudah mengaku bahwa BCA tetap mendukung penjualan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah. Bahkan, perusahaan yang baru saja ikut meluncurkan aplikasi pengelolaan kekayaan (wealth management/Welma) yang bisa digunakan untuk membeli SBN ritel.

“Kami mendukung (SBN ritel) bahkan kami sudah luncurkan aplikasi yang sangat mudah untuk ikut berinvestasi ke SBN ritel,” imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui dirut BCA tersebut selalu menghubunginya ketika pemerintah menerbitkan surat utang untuk investor ritel.

Menurut Sri Mulyani, Jahja sempat protes kepadanya terkait penerbitan surat tersebut. “Ketika mengeluarkan surat utang ritel, saya dapat SMS dari Pak Jahja kenapa kok ibu keluarkan,” katanya.

Sebenarnya, dia berharap tidak hanya terjadi peralihan dari instrumen deposito ke SBN ritel. Bendahara negara itu juga menginginkan peralihan dana dari investasi di instrumen emas dan tanah ke surat utang negara.

“Yang saya bayangkan ketika pengalihan yang tadinya orang lebih suka beli emas dan tanah, kemudian masuk sektor keuangan. Artinya, ada banyak opsi investasi,” tutur dia.

Sebagai catatan, pemerintah telah  banyak menerbitkan sembilan SBN ritel, di antaranya adalah,  SBR005 pada Januari 2019, ST003 pada Februari 2019, SR011 pada Maret 2019, SBR006 pada April 2019, ST006 pada Mei 2019, SBR007 pada Juli 2019, ST005 pada Agustus 2019, SBR008 pada September 2019, dan ORI016 pada Oktober 2019. (*)

Sumber: cnnindonesia[dot]com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*