Sumber: Google

Melihatmu aku terpana

Matamu tajam membuatku terdiam

Senyumanmu indah bagai bintang

Entahlah, aku hanya berhayal

Setiap malam aku sendirian

Memikirkanmu sampai melayang di awan

Kau adalah bukti keindahan

Yang mewakili seluruh ciptaan tuhan

Bulan datang dengan sinar

Ribuan bintang secantik pujaan

Ohhh malam, kau anggun bagai permata

Membuat setiap langkah terpanah

Matamu suci bagai tirta

Senyummu khas, seperti fajar harapan

Kau adalah inspirasi

Yang mengaliri seluruh ungkapan rasa

Hanya dengan kata aku bersenggama

Menikmatimu di setiap nestapa

Ohhh gusti, sungguh kering hati ini

Badai selalu datang menghampiri

Merusak keramaian menjadi sepi

Pergi dengan luka di dada

Yaaa, aku ingin datang fajar

Yang bertarung dengan malam

Dan kemenanganmu adalah harapan

Sejenak aku tunggu risalah

Dengan setia aku bersandar

Duduk bersila menanti pesan

Ohh, sial

aku tak bisa bernafas

sesak terasa di dada

saat hisapan rokok teman penantian

kopi hanya tinggal ampas

yang aku rasa datang sakral

dan aku terkoyak kesunyian

saat logika mulai terjamah

kata-kata hanya ada kau dan senyummu

itulah kematian semesta

yang lahir dari gejolak cinta

hah, kau bersuara

menggetarkan pikiran dan perasaan

tapi mimpi adalah mimpi

yang menjadi buah tidur panjangku

dan semoga, saat aku bangun esok

aku kehilangan ingatan tentangmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: