PUNCAK DIES NATALIES KE-42, GUBERNUR KHOFIFAH AJAK DOAKAN PROF. SOETANDYO

sumber : istimewa

POCIMEDIA.COM | Surabaya – Sebagai puncak selebrasi Dies Natalies ke-42, FISIP Unair menyelenggarakan “FISIPrecious”. “FISIPrecious” terdiri dari Penganugerahan Soetandyo FISIP Unair Award kelima, Perayaan Capaian Akreditasi Internasional 13 Program Studi di FISIP Unair, dan Temu Alumni Akbar. (Sabtu, 19 Oktober 2019), di Aula Garuda Mukti, Gedung Rektorat Kampus C Universitas Airlangga, Jl. Soekarno Hatta, Surabaya.

Penganugerahan Soetandyo FISIP Unair Award merupakan apresiasi terhadap spirit perjuangan di bidang pendidikan, HAM, pluralism, kebangsaan, anti kemiskinan, serta civil-society. FISIP Unair sebelumnya telah memberikan Soetandyo FISIP Unair Awards kepada 4 sosok inspiratif dari berbagai bidang, yakni: Prof. Sulistyowati Irianto, MA (Guru Besar Antropologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia), Imam B. Prasodjo (Sosiolog Universitas Indonesia), Dra. Esthi Susanti Hudiono, M.Si (Ketua Yayasan Hotline / Penggiat AIDS), dan Misiyah (Direktur KAPAL Perempuan). Pada tahun ini, penghargaan Soetandyo FISIP Unair Award akan diserahkan kepada kandidat yang telah diseleksi oleh FISIP Unair.

Perayaan capaian internasional Accreditation Service for International Schools, Colleges, and Universities (ASIC) akan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada 13 program studi diantaranya: S1 Antropologi, S1 Ilmu Administrasi Negara, S1 Ilmu Hubungan Internasional, S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan, S1 Ilmu Politik, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Sosiologi, S2 Hubungan Internasional, S2 Ilmu Politik, S2 Manajemen Kebijakan Publik, S2 Media dan Komunikasi, S2 Sosiologi, dan S3 Ilmu Sosial.

Sebagai tamu kehormatan sekaligus Alumi Fisip Unair, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengatakan bahwa Prof. Soetandyo merupakan sosok yang sangat berjasa membentuk dirinya sampai dengan saat ini. Soetandyo Award merupakan sesuatu bagi Khofifah, karena pada saat di kementrian maupun di Pemprov seringkali dalam pidatonya di banyak forum Khofifah sering menyebut nama yang bersangkutan.

Sewaktu di pergerakan PMII dan PBNU, Khofifah mengaku sangat sering berkonsultasi dengan beliau.

”Visi Pemprov Jatim pun sangat-sangat Prof. Soetandyo,” ujar Khofifah, yaitu bagaimana mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang adil, unggul, beraklaq dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris inklusif, yaitu bekerja bersama dan gotong royong.

Khofifah juga mengaku mendapat banyak pengayaan baik didalam maupun diluar kelas, ujarnya.

” Yang paling saya ingat adalah kata-kata beliau, ‘Hidup adalah perubahan yang tidak pernah berubah adalah Perubahan itu sendiri’,” kenang khofifah.

Maka dari itu, pada kesempatan tersebut Khofifah mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama mendoakan beliau agar tenang disisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dies Natalis ke-42 FISIP Unair merangkum perayaan dan capaian FISIP dalam kebersamaan dalam Temu Alumni Akbar yang dihadiri oleh alumni FISIP Unair dari berbagai angkatan dan 13 program studi FISIP Unair (tersebut diatas). Akan turut hadir pula alumni program studi yang sebelumnya menjadi program studi di FISIP Unair meliputi: S1 Psikologi, S1 Sastra Inggris, S1 Sastra Indonesia, D3 Pariwisata, serta D3 PSTP.

Tak kalah menariknya, acara yang dari awal digelar di Aula Garuda Mukti, Gedung Rektorat Kampus C Universitas Airlangga, ditutup dengan temu Alumni Akbar yang juga dimeriahkan oleh penampilan mahasiswa FISIP Unair dalam Group Band sekaligus ramah tamah sesama alumni Fisip Unair. @nawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: