PT POS Indonesia | sumber: Google

POCIMEDIA.COM | Sejak menerapkan bisnis pengiriman sehari sampai atau sameday delivery, PT Pos Indonesia (Persero) mengklaim ada lonjakan kiriman hingga 5 kali lipat dalam 2 bulan.

VP Marketing PT Pos Indonesia Tata Sugiarta menuturkan sejak dirilis 9 September 2019 lalu, layanan sameday service Pos Indonesia Q9 sudah melayani hingga 4.000 kiriman per hari.

Pengguna layanan tersebut meningkat berbarengan dengan momentum hari belanja online nasional (Harbolnas). Menurutnya, jumlah transaksi dalam program sameday service yang sudah berjalan ini akan terus meningkat seiring peningkatan aktivitas jual beli secara daring.

Khusus Harbolnas, Pos Indonesia akan mengeluarkan produk terbaru yang menopang aktivitas belanja daring tersebut. Dia belum mau merinci produk baru tersebut.

PT Pos Indonesia mengeluarkan layanan baru sameday service atau layanan pengiriman barang yang sampai di hari sama dengan maksimal pengantaran 9 jam.

Kepala Pos Indonesia Regional IV DKI Jakarta Onny Hadiono menuturkan layanan ini memberikan berbagai fasilitas yang dijamin berbeda dengan layanan sameday service pesaingnya.

Selain itu, dia mengatakan kiriman khusus Q9 akan dilakukan konsolidasi atau pengambilan di masing-masing loket 2 kali dalam sehari, yakni pada pukul 12.00 dan pukul 16.00 waktu setempat.

Batas akhir pengiriman atau cut off time untuk layanan Q9 sampai pukul 16.00 waktu setempat. Tarif kiriman Q9 dihitung per-kg, dengan tingkat berat maksimal paket 5 kg.

Bagi para pebisnis online dan pelaku UKM, aspek kecepatan, keamanan dan kepraktisan pengiriman barang menjadi bagian penting dari kesuksesan usaha.

Saat ini permintaan pasar terhadap layanan lokal dalam kota yang dapat dikirim pada hari yang sama pun semakin tinggi. Hal tersebut mengingat 60 persen kiriman dari bisnis daring itu dilakukan di dalam kota.

Sameday service atau layanan sehari sampai saat ini mulai menjadi layanan unggulan yang digunakan oleh para pengguna e-commerce.

Berdasarkan survei yang sudah dilakukan, pertimbangan pelanggan memilih jasa pengiriman yakni sebanyak 36 persen ingin kecepatan pengiriman, 29 persen ongkos kirim murah, 26 persen kemudahan pengiriman, dan 8 persen posisi paket dapat diperiksa.

Sumber:: liputan6[dot]com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here