PERINGATI HUT KE 8, OJK KR 4 JATIM GELAR TASYAKURAN BERSAMA ANAK YATIM

POCIMEDIA.COM | SURABAYA – Dalam rangka memperingati HUT OJK ke 8 Tahun 2019, OJK Regional 4 Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan upacara dan tasyakuran bersama Bank Indonesia dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jawa Timur (FK-LJKD) di Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur, Jumat (22/11)

Acara tasyakuran tersebut juga disertai dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu yang diserahkan secara langsung oleh Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono.

Heru Cahyono dalam sambutannya menyampaikan, dengan keterbatasan yang ada, OJK masih dapat berkiprah meraih beberapa capain dan kontribusi positif bagi perekonomian dan sektor jasa keuangan nasional. Namun demikian, pegawai OJK diminta untuk tidak merasa berpuas diri, mengingat tantangan yang dihadapi kedepan tidak akan pernah berhenti dan bahkan semakin besar.

Pada tahun ini, tema HUT OJK adalah Kontributif dan Inklusif Membangun Negeri. Tema ini menyiratkan bahwa OJK harus mampu memfasilitasi penyediaan alternatif sumber pembiayaan yang dibutuhkan, dari pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan sektor-sektor prioritas Pemerintah sampai dengan membuka akses keuangan bagi pemberdayaan UMKM.

Sementara itu, upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat juga secara aktif dilakukan oleh OJK melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta memastikan terjaganya perlindungan konsumen dan masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019. Indeks literasi keuangan di Jawa Timur meningkat menjadi 48,95%  dari 35,6% pada tahun 2016, sedangkan indeks inklusi keuangan di Jawa Timur meningkat menjadi 87,96% dari 73,2% pada tahun 2016.  Peningkatan indeks inklusi di Jawa Timur melampaui target Nasional yang ditetapkan yaitu 75%.

OJK di daerah akan senantiasa hadir untuk memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam mendukung sektor prioritas Pemerintah dimana pada tahun 2019 kebijakan dan inisiatif OJK akan difokuskan pada lima area, yaitu:  memperbesar peran alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis, baik Pemerintah dan swasta, mendorong industri jasa keuangan untuk meningkatkan kontribusi pembiayaan kepada sektor prioritas seperti industri ekspor, substitusi impor, pariwisata maupun sektor perumahan, dan industri pengolahan.

Selain itu, menyediakan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani oleh Lembaga Keuangan Formal, mendorong inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0, serta memanfaatkan teknologi dalam proses kerja OJK dalam pengawasan lembaga jasa keuangan berbasis teknologi.

Selanjutnya Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono menyatakan bahwa  Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur sampai dengan triwulan III-2019 ini menunjukan kinerja yang positif, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Total aset Bank yang beroperasi di Jawa Timur meningkat sebesar 8,45% dan dana yang dihimpun meningkat 8,76% serta penyaluran kredit meningkat 5,79%. Intermediasi perbankan cukup baik dengan LDR sebesar 84,40% dengan NPL yang masih terjaga sebesar 3,56%.

Sementara itu Pasar Modal Jawa Timur juga menunjukkan kinerja positif yang tercermin pada peningkatan jumlah investor saham sebesar 38,99% yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasional sebesar 34,11%. Jumlah investor saham di Jawa Timur sebesar 12,89% dari total investor saham secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: