sumber: google

Timpang dan tak tahu kemana harus pulang

Sesak dan penat yang kian mendesak pelan

Resah menjelma menjadi ilusi lamunan

Bahkan kenikmatan menjaring kesesatan

 

Dunia yang penuh kebohongan

Berisi bangkai yang berjalan

Jiwa kosong tak bertuan

Bau anyir tak terelakkan

 

Ambisi yang mulai menghitam

Pucat dan keriput tak bisa disembunyikan

Mengikuti laju roda yang berputar

Bersama waktu yang menyaksikan

 

Busur panah menusuk dada

Membelah dengan tajamnya

Ada darah dan hampa

Keniscayaan yang tak sia-sia

 

Setiap detik yang membekas

Atas kekejaman dunia

Menyisakan luka dan marah

Dharmapun tidak menyapa

 

Titah yang suci

Lembut saat dijalani

Damai terasa hati ini

Itulah esensi murni hakiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here