PEDULI MASYARAKAT KECIL, LIA ISTIFHAMA GERAM TERHADAP RENTENIR

PEDULI MASYARAKAT KECIL, LIA ISTIFHAMA GERAM TERHADAP RENTENIR

POCIMEDIA.COM | Surabaya – Tingginya angka ketergantungan masyarakat terhadap rentenir, membuat salah seorang tokoh perempuan Surabaya menjadi geram, akibat masalah yang ditimbulkan oleh para rentenir ini.

Adalah Lia Istifhama, M.EI, perempuan Surabaya yang akhir-akhir ini getol membicarakan persoalan UMKM dan ulah para rentenir, yang menurutnya membuat masyarakat semakin bermasalah pada sisi ekonomi.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa tingginya minat masyarakat pada uang yang mudah untuk dipinjamkan, tanpa syarat yang menyulitkan, membuat rentenir semakin berkembang dimana-mana.

Ketika menyorot persoalan yang sama di Kota Surabaya, Lia Istifhama, M.EI, yang ditemui di sela-sela HUT PT. Indo Tata Graha, mengungkapkan kekesalannya tentang persoalan rentenir ini kepada awak pocimedia.com “Bayangkan mas, bunga yang harus mereka bayar totalnya bisa mencapai 100% dari pinjaman, artinya 2x lipat dari pinjaman, itu masih belum ditambah potongan administrasi dan lain-lain,” ungkapnya.

Dalam bincang lepas bersama pocimedia.com, perempuan yang kerap dipanggil dengan sebutan Ibu Lia ini, mengungkapkan beberapa langkah dan keinginannya, selain mengurangi jumlah rentenir di Kota Surabaya, juga bagaimana pengembangan UMKM yang seakan berjalan di tempat.

“Masyarakat diberikan wadah berusaha mandiri dengan nama pengembangan UMKM, tapi tidak diberikan wadah dan cara memasarkan yang benar. Selain itupula, banyaknya pameran yang dilakukan, hanya dapt menyentuh sebagian kecil UMKM yang ada, itupun yang terjaring, yang sudah berhasil, atau yang dekat dengan pelaksana” ungkap perempuan yang sekarang menjadi kandidat doktor ini.

“Saya berharap Pak Eddy, Pak Didin, Pak Yanto lewat ASPRINDO Jawa Timur, dapat menyelesaikan persoalan ini, persoalan UMKM, dimana banyak warga Kota Surabaya, tidak mendapatkan kesempatan memasarkan produknya, karena kurangnya dana dan jaringan untuk bisa memasarkan produk-produknya” harapnya kepada sebuah Asosiasi yang peduli dengan pengembangan UMKM. @badai

 

badai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: