PASTIKAN 38 EKOR GAJAH SELAMAT, DANDIM 0430/BANYUASIN TINJAU BKSDA

sumber : istimewa

POCIMEDIA.COM | Banyuasin – Mengetahui fakta di Sumatera Selatan memiliki pusat latihan Gajah, Hutan Suaka Marga Satwa (HSMS) Padang Sugihan yang terletak di Jalur 21 Desa Air Gading kecamatan Muara Padang, kabupaten Banyuasin

Pada tahun 2015 yang lalu, hutan Padang Sugihan memiliki luas 87 ribu hektare ini, saat terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan yang cukup hebat ketika itu, tidak kurang dari 63 ribu hektar lahan yang terdiri atas rawa, gambut dan tanaman hutan lainnya hangus.

Kali ini ditahun 2019 bencana serupa melanda provinsi Sumsel. Semua pihak terlibat untuk mencegah Karhutla, termasuk jajaran TNI. Salah satunya Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran, ST., M.M meninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Hutan Suaka Marga Satwa Padang Sugihan dalam rangka upaya pemadaman Karhutlah dan memastikan 38 ekor Gajah selamat dari Bahaya Kathutlah, Rabu kemarin (16/10/19).

Dandim yang didampingi Danramil Mariana Kepten Kav Suherman bersama Camat Muara Padang, M. Firdaus Har, S.Pd., S.Ip, Kasi BKSDA Abdul Aziz, Kapolsek Muara Padang AKP Burnani, SH, Kepala Resort 15 BKSDA KLHK Jumiran, Sekdes Air Sugihan Nikes S.Pd., M.M, beserta para anggota TNI dan Polri, turut melakukan upaya pemadaman kebakaran di kawasan Hutan Konservasi Suaka Marga Satwa Padang Sugihan Jalur 21 Desa Air Gading Kec. Muara Padang Kab. Banyuasin yang berbatasan dengan Kab. OKI.

Dandim mengatakan, sebelumnya kawasan Hutan Konservasi ini terbakar hebat di sebelah bagian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), namun 2 hari ini api dengan cepat merambat ke wilayah Kabupaten Banyuasin yang menjadi wilayah Teritorialnya. Maka dari itu dirinya merasa penting untuk turun langsung ke Lapangan guna membantu padamkan api.

“Upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan alat pemadaman, dan melakukan penyekatan dengan cara mengisi parit-parit kecil dengan air yang disedot dari sungai Jalur 21 untuk memutuskan Api dilahan gambut,” ujar Dandim 0430/Banyuasin (17/10/2019)

Syukur Alhamdulillah, tambahnya. “Saat melaksanakan pemadaman lokasi, pemadaman diguyuri hujan deras selama lebih kurang 2 jam, sehingga memudahkan petugas pemadaman untuk memadamkan api,” pungkasnya. @nopri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: