foto : istimewa

POCIMEDIA.COM | Medan – Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan melaporkan oknum jaksa dari Kejari Medan ke Jamwas Kejagung. Pengaduan ini terkait tuntutan enam bulan penjara yang diajukan oknum jaksa itu kepada 4 terdakwa oknum polisi dalam kasus pemerasan.

Kadiv Buruh dan Miskin Kota LBH medan, Maswan Tambak sekaligus penasehat hukum M Rusli selaku korban pemerasan dikarenakan anaknya M Irfandi tertangkap dalam kasus narkoba, kepada wartawan Senin (25/11), melalui siaran persnya Via Whatsapp, menyebutkan tuntutan tidak memberikan rasa keadilan bagi kliennya yang juga telah dihukum dalam kasus ini.

“Sudah bang. Tanggal 21 November 2019 baru lalu ditujukan pada Jaksa Agung cq JAM Was Kejagung, Ketua Komisi Kejaksaan, Kajatisu cq Aswas Kejatisu,” urai Maswan Tambak yang dikonfirmasikan via WA, Senin (25/11/2019).

Langkah dimaksud, imbuh Maswan sebagai koreksi terhadap lembaga penuntut umum agar tidak menjadi preseden di kemudian hari. Bila dibiarkan, oknum penegak hukum ‘nakal’ bukan tidak mungkin akan melakukan tindak pidana serupa karena jaksanya ‘sangat ramah’ melakukan penuntutan pidananya.

“Dengan tuntutan 6 bulan penjara dikhawatirkan tidak akan menimbulkan efek jera khususnya dalam penanganan perkara-perkara yang melibatkan oknum penegak hukum,” tegasnya.

Di satu sisi oknum JPU menjerat keempat terdakwa yakni Aiptu Jefri Panjaitan, Brigarir Akhirudin Parinduri, Bripka Jenli Hendra Damanik dan Bripka Arifin Laumbangaol dengan pidana Pasal pasal yang didakwakan terhadap para terdakwa adalah Pasal 368 ayat 1 jo Pas 55 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukumannya paling lama 9 tahun.

Sementara pada persidangan pekan lalu keempat terdakwa oknum polisi tersebut masing-masing dituntut pidana hanya 6 bulan penjara. Justru terdakwa warga sipil Deni Pane yang disuruh mengambil ‘uang damai’ kepada saksi korban M Rusli dituntut pidana 8 bulan penjara.

Mengutip dakwaan JPU, warga sipil Deni Pane dibonceng dengan sepeda motor oleh Tanggok (berhasil melarikan diri ketika akan dibekuk), Selasa (26/3/2019) sekira pukul 21.00 WIB yang hendak menjemput uang dari saksi korban Rusli, ayah M Irfandi (terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 0,20 gr) lebih dulu dibekuk petugas di Jalan Mandala By Pass Kelurahan Tegal Sari Mandala I Kecamatan Medan Denai, Kota Medan (depan Rumah Sakit Muhammadiyah).

Setelah diinterogasi, terdakwa mengaku disuruh terdakwa dari Polsek Medan Area untuk menjemput uang sebesar Rp20 juta sebagai ‘uang damai’ agar kasus penyalahgunaan narkotika terhadap anak saksi korban (M Irfandi) tidak diproses hukum.

Fakta terungkap di persidangan, M Irfandi yang berboncengan sepeda motor Scoopy dengan seorang wanita bernama Putri Intan Sari Siregar (namun di BAP kemudian disebutkan DPO) ditangkap pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB tanggal 26 Maret 2019 di bilangan Jalan Gedung Arca Medan.

Tersangka ketika itu tidak langsung dibawa ke Mapolsek Medan Area melainkan dibawa ke beberapa tempat dan meminta tersangka menghubungi keluarganya untuk memberikan ‘uang damai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here