foto: istimewa

POCIMEDIA.COM | Banyuasin – Warga Desa Tanjung Tigo Kecamatan Rantau Bayur, secara suka rela menyerahkan lima pucuk laras panjang dan satu senjata api rakitan laras pendek (kecepek) dan warga desa Bentayan menyerahkan tiga pucuk laras panjang kepada Kodim 0430/Banyuasin, setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi tentang dampak menyimpan senpi.

Enam pucuk senjata api rakitan tersebut di serahkan oleh Soni ( 54), Asnawi(44) dua warga yang mewakili dusun I dan II didampingi kepala Desa Tanjung Tiga, Sudianto (34).

Sedangkan tiga pucuk senpi laras panjang diserahak Mujiono, dan Ashari yang didampingi Kadus I Desa Bentayan, Lailan Sarmudi.

Penyerahan senjata rakitan di terima Langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0430/Banyuasin Letkol.Arh. Alfian Amran ST MM melalui Pasi Intel Kapten Inf. Kusnandar di dampingin seluruh Perwira Staf Kodim.

“Kita berupaya menyadarkan masyrakat untuk menyerahkan senjata api rakitan yang masih disimpan warga,” ujar Dandim

Dandim menyebutkan, sosialisasi ini dilakukan secara terus- menerus kepada masyarakat, diharapkan ada kesadaran masyarakat terutama warga yang berada di wilayah perairan perbatasan agar menyerahkan senjata rakitan ilegal secara suka rela.

“Selaku Dandim saya mengucapkan terima kasih atas kesadaran masyarakat yang sudah menyerahkan kepemilikan senjata rakitan, kita juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang masih memiliki dan menyimpan senjata api rakitan untuk diserahkan secara sukarela karena tidak ada manfaat yang sangat berarti, malah yang ada dapat membahayakan orang lain maupun diri sendiri,” ungkap Dandim, Kamis (28/11/2019).

Menurut Dandim, penyerahan sembilan pucuk senpi tersebut berawal dari kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh anggota Koramil diwilayah tersebut tentang bahaya dan risiko apabila memiliki senjata api baik yang rakitan maupun yang standar.

“Kami terus memberikan pemahaman kepada warga. Bagi yang mau menyerahkan sukarela tidak ada sanksi apapun. Upaya ini juga dimaksudkan untuk keselamatan warga sendiri,” tandas Dandim.

Lanjut ia menuturkan, kami sebagai aparat teritorial yang bertugas di Banyuasin, memberikan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan nasyarakat kepada kami. Tentunya masyarakat memilih untuk menyerahkan barang tersebut tidak terlepas dari hubungan baik. Kedekatan para Babinsa yang selalu menjalin hubungan baik selalu membantu masyarakat sesuai dorongan Salah satu butir dari delapan wajib TNI.

“Saya mengapresiasi kerja Babinsa dan anggota Kodim yang lain begitu baik, saya juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat kepada kami. Kita memberikan reward piagam penghargaan dari Dandim 0430/ Banyuasin pada kepala desa yang mewakil warga yang menyerahkan senpi,” bebernya.

Sudianto kepala desa Tanjung mengatakan bahwa selaku kepala desa menghimbau masyarakat agar bagi masyarakat yang memiliki Senpi laras panjang dan pendek ( kecepek) selama ini digunakan untuk berburu dan menjaga kebun harus diserahkan pada pihak penegak hukum. “Karena ini telah menyalahi aturan dan melanggar UU. No12 Tahun 1951. Tentang penyalah gunaan senjata api. Dengan ancaman 20 tahun Penjara,” terangnya.

Sudianto dan jajarannya mengucapkan terimakasih bagi masyarakat yang menyerahan dan berharap masyarakat yang lain juga dapat menyerahkan bila ada kepemilikan jangan nanti sampai kedapatan oleh petugas jadi timbul masalahan. “Karena adanya kepemilikan senjata api banyaklah mudorot dari positifnya,” ujar kades Sudianto mengakhiri. @Nopri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here