POCIMEDIA.COM |SURABAYA , Lenggak-lenggok tubuh dan senyum gembira terpancar di wajah ceria peserta pentas seni dari 32 peserta didik Taman Kanak-kanak se-kecamatan Wonocolo yang diadakan Persatuan Guru Taman kanan-kanak (PGTKI) Wonocolo, Surabaya dengan tema “Melalui Pentas Seni Kita Gali Potensi, Kreatifitas, dan Bakat Peserta Didik Menuju Generasi Milenial”

Pentas seni digelar sebagai ajang untuk menggali potensi, kreatifitas serta bakat peserta didik ini, berlangsung di Atrium Maspion Square, Minggu (27/10).

Nana Syah Cenderawati Rahman selaku Ketua Panitia mengatakan, Motivasi kami mengadakan pentas seni ini, selain untuk menggali potensi, kreatifitas serta bakat peserta didik, juga untuk menambah pengalaman bagi guru dan wali murid.

“Ada empat pentas seni yang diperlombakan, antara lain syair, menyanyi, menari, dan fashion show  yang diikuti para peserta didik dari kecamatan Wonocolo”, Kata Nana.

Pendidik di TK Sekar Melati ini selanjutnya menjelaskan, ajang ini memang menjadi agenda tahunan PGTKI dan ini diharapkan bisa atau tidak bisa maupun pandai tidak pandai mereka bisa ikut berpartisipasi mengisi panggung pentas seni, meskipun dengan keterbatasannya.

“Ini juga salah satu bentuk untuk membangun karakter anak-anak”, tutur Nana.

Disisi lain, Rusmini selaku guru Taman Kanak-kanak Islam Kyai Ibrahim Siwalankerto mengatakan, kami mendukung ajang pentas seni ini untuk menggali potensi anak-anak sejak dini, karena anak-anak ini banyak yang memiliki potensi yang terpendam.

“Semua kami ikuti dari empat pentas seni yang diperlombakan”, katanya.

Rusmini berharap, semoga bakat peserta didiknya akan terus terukur, terbina, terpupuk hingga jenjang pendidikan berikutnya.

Sementara itu, Lulu salah seorang wali murid dari TK Islam Kyai Ibrahim saat dimintai tanggapannya mengatakan, Ajang semacam ini diharapkan tidak hanya untuk mencari siapa yang menjadi juara, namun diharapkan menjadi ajang melatih mental anak-anak dan sebagai tempat untuk mengekspresikan diri.

“Saya sebagai orang tua tidak berharap besar anak saya menjadi pemenang, yang penting anak saya senang, dia mau sepenuh hati. Perkara menang itu soal nanti,” tutur Lulu.

Lulu warga Siwalankerto ini juga berpendapat, sebagai orang dirinya menjadi contoh  dan menjadi panutan bagi anaknya di rumah. Jika disekolah para guru pasti menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya. Karena menurut Lulu, anak-anak itu jujur dengan kepolosannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here