sumber : kompas

POCIMEDIA.COM | Surabaya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla berharap, masjid tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial di antara mereka dalam hal kegiatan ekonomi untuk pengentasan kemiskinan.

“Sebagian besar tidak berguna untuk masyarakat sekitar masjid, sehingga tidak ada lagi rumah-rumah di sekitar masjid reyot-reyot. Masjid harus memiliki fungsi pembangunan ekonomi juga,” kata Wakil Presiden ini.

Menurut Kalla, secara tidak langsung atas masjid telah menjadi pusat ekonomi dalam waktu tertentu. Sebagai setelah shalat Jumat, di depan masjid selalu ada pasar kegiatan ekonomi seperti dadakan.

“Jadi kalau ada orang yang menjual depan masjid setelah shalat Jumat tidak boleh dibubarkan,” katanya. Jumlah masjid di Indonesia, Kalla mengatakan, menurut laporan yang diterimanya berjumlah lebih dari 800.000.

Dari jumlah itu, Jawa Timur memiliki lebih banyak daripada daerah lain. Dia memperkirakan bahwa jumlah masjid saat ini mungkin telah mencapai 1 juta lebih untuk DMI dan Kementerian Agama saat ini sedang dalam upaya untuk menghitung dan mendata jumlah tersebut.
Masjid Indonesia berbeda dengan masjid-masjid di banyak negara Muslim karena sebagian besar masjid di Indonesia dibangun dengan dana non-pemerintah dan dikelola oleh masyarakat.

“Di sebagian besar negara, masjid ini dibangun oleh pemerintah, bahkan takmir masjid dibayar oleh pemerintah,” katanya. Acara yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus DMI Jawa Timur di Surabaya, Kamis (3/10 / 2019). (*)

sumber : kompas[dot]com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here