Sumber: google

Dalam diam untuk kagum
Di kala sejuta rasa mulai tertegun
Anggun lirih senyum
Sutra suara yang mengembun
Tatapan mulai sambung
Sejenak untuk melamun
Menimbang penyatuan
Pada insan yang timpang
Atas gelisah kerinduan
Mahabbah mulai datang
Menyentuh pelan perasaan
Hanyut terbawa arus pertemuan
Menghapus segala duka dan luka
Memupuk cita dan asa
Melahirkan buah segar surgawi
Berdua memadu kasih
Membuka ruang yang esensi
Demi tujuan yang sejati
Ya, semua sebatas imajinasi
Yang sesungguhnya ada dalam diam
Menyimpan atas dasar ketimpangan
Pada perbedaan antar insan
Memendam atas dasar ketidaksanggupan
Semua karena ketimpangan
Ketidakpantasan adalah jawaban
Ketidakmungkinan adalah pilihan
Kenyataannya hanya dalam diam
Pada kekaguman yang menjebak
Terpenjara di ujung resah
Seakan senyap di ruang nestapa
Pedih terasa
Saat perbedaan menjadi keraguan
Menyudutkan segala angan
Merabah masuk mengukir kalbu
Terbiarkan sehingga kelabu
Hanya dalam diam untuk merindu
Meskipun sendu dan pilu
Tapi senyummu membuat candu
Seperti membuka harapan baru
Pada ketiadaan yang membiru
Memabukkan segala penat yang hinggap
Saat tawa dan suaramu mulai menjerat
Sakau bagi tabir rahasia
Hanya gustilah yang tahu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here