GUBERNUR SUMSEL RESMIKAN KATETERISASI JANTUNG RS SITI FATIMAH

Gubernur Sumsel Resmikan Kateterisasi Jantung RS Siti Fatimah

POCIMEDIA.COM | Palembang – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 begitu banyak hikmah. Buktinya, Sumsel selama setahun ini meraih 28 penghargaan di bidang kesehatan. Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumsel Herman Deru usai menghadiri HKN ke-55, sekaligus meresmikan kateterisasi jantung, di (RSSF) Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang, selasa (19/11/2019).

“Penghargaan ini memang kita kejar untuk di tuntaskan agar merata kesemua Kabupaten/kota di Sumsel, seperti Universal Health Coverage (UHC) HKN ini banyak sekali hikmah yang diraih, seperti adanya peningkatan pelayanan di tingkat dasar dan di desa-desa. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya mendapatkan penghargaan tenaga kesehatan, bidan dan dokter ni semakin membuat nama Sumsel makin harum dalam pelayanan kesehatan,” katanya.

Herman Deru menjelaskan, pada HKN ini dirinya juga meresmikan kateterisasi jantung yang alatnya masih sangat jarang pada zaman modern saat ini.

“Kateterisasi ini juga dibarengi dengan tenaga handal seperti Profesor ahli yang mempunyai misi besar agar orang-orang Sumsel yang butuh pelayanan tidak harus keluar negeri. Ini yang paling penting, jadi apa yang ada diluar negeri itu sama saja dengan yang ada disini,” terangnya.

Direktur Rumah Sakit Fatimah Provinsi Sumsel, Dr. Asep Zainuddin, Sp.PK mengatakan, akan terus memelihara dan mengembangkan sarana prasarana yang ada rumah sakit saat ini.

“Sesuai yang disampaikan Gubernur Sumsel tadi, kita akan terus meningkatkan SDM dan memanfaatkan fasilitas yang ada dengan cara konsep medical tourism,” katanya.

Dia juga menuturkan, RS Fatimah tersebut telah memiliki keunggulan dalam pelayanan jantung terpadu, pemasangan ring dan medical check up.

“Selama ini kan masih banyak masyarakat Sumsel keluar negeri hanya untuk pelayan itu saja, padahal kualitas kita juga diatas mereka baik dari segi Alat dan SDM,” tuturnya.

Dalam rangka peringati HKN ke 55 tahun ini, ia berharap kedepan konsep Medical tourism akan direalisasikan sehingga pasien bisa rileks atau nyaman terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.

“Dengan demikian orang melihat rumah sakit itu tidak mengerikan dan menakutkan,” harapnya. @Nopri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: