GEJALA DAN PENANGANAN CEDERA HAMSTRING DUNIA OLAHRAGA

sumber : google

POCIMEDIA.COM| Dalam dunia olahraga kita juga perlu yang namanya pengendalian otot bagai mana maksudnya, pengenda otot yang dimaksud disini memberikan waktu jedah atau istirahat bagi otot untuk beraktifitas dalam setiap olahraga, jangan sampai otot menyebabkan Overload ( beban berlebih) yaitu beban berlebih yang terjadi terhadap otot sehingga menimbulkan cedera yang terjadi, seperti halnya cedera hamstring disini akan di bahas gejala dan penanganan pertama seperti apa yang harus dilakukan pada cedra hamstring.

Hamstring adalah tiga otot besar yang berfungsi menghubungkan otot dan tulang, terletak di belakang paha, memanjang dari pinggul hingga bagian bawah lutut. Hamstring tidak terlalu digunakan saat berdiri atau berjalan, namun akan sangat aktif saat melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan menekuk lutut, seperti memanjat, melompat, dan berlari.

Cedera ini terjadi karena apabila otot tersebut tiba” harus melakukan gerakan aktif tiba” seperti sprint. Penyebab lain adalah otot tersebut sudah capek namun dipaksa bekerja. Karena otot selalu berkontraksi, kadar asam sangat tinggi sehingga bila tiba” melakukan gerakan eksplosif, otot tersebut kaget dan tidak siap menerima tekanan.

Saat Anda mengalami cedera hamstring, maka akan timbul beberapa gejala. Ketika cedera yang diderita masih dalam tahap ringan, rasa sakitnya mungkin tidak akan terlalu terasa. Nyeri terutama di bagian belakang paha dan di bawah bokong.

Namun jika mengalami cedera hamstring yang parah, rasa nyeri yang muncul akan sangat menyakitkan hingga akan membuat penderitanya sulit berdiri atau berjalan.

Selain rasa sakit atau nyeri, gejala lain yang mungkin muncul antara lain:
1. Mendadak muncul rasa nyeri saat sedang berolahraga.
2. Terdapat memar di bagian yang sakit.
3. Rasa nyeri yang muncul biasanya akan terasa saat berjalan, membungkuk, atau sekadar meluruskan kaki.

Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk meredakan nyeri yang muncul, antara lain:
1. Kompres kaki dengan es untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Lakukan tiap 2-3 jam sekali selama 20-30 menit dalam beberapa hari sejak cedera.
2. Berikan tekanan dengan mengenakan perban elastis pada area yang cedera.
3. Saat duduk atau berbaring, letakkan kaki di atas bantal agar posisinya lebih tinggi dari tubuh.
4. Jangan memaksakan kaki untuk beraktivitas. Jika cedera yang dirasakan sudah parah, memakai alat bantu jalan mungkin dibutuhkan. Untuk mengetahui alat apa yang tepat, konsultasikan kepada dokter.
5. Sebagai bagian dari proses penyembuhan, lakukan latihan peregangan dan penguatan otot. Lakukan hal ini sesuai rekomendasi dari dokter.

Pada kasus tertentu, kemungkinan diperlukan operasi untuk menangani kerusakan otot hamstring. @suwito.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here