EROS

sumber: google

Dunia seakan menjadi satu
Pada pandangan mata yang tabu
Samar perlahan membiru
Meninggalkan sisa duri di kalbu

Perih berkecamuk pilu
Asa yang tersusun mulai runtuh
Karena eros menyentuhku
Merubah jiwa menjadi debu

Lautan kalut bergelombang
Menenggelamkan emosi karang
Luluh lantakan tempat persandaran
Tumpang tindih pada yang sudah berjalan

Datanglah eros, datanglah
Akan kutebas lehermu
Akan kucabut nyawamu
Agar kau tak seenaknya bersemayam dalam kalbu

Eros yang menjamah diri
Mengendalikan sesuka hati
Menggerakkan tanpa disadari
Mengucap pelan mengalunkan irama imajinasi

Banyak orang yang percaya
Kedatangan eros adalah anugrah
Tapi justru sebaliknya
Eros adalah tirani diri

Pertemuan eros adalah kesialan
Seolah manusia tanpa ekspresi
Eksistensi yang memualkan
Ingin rasanya kutebas lehernya

Para muda-mudi terbelenggu eros
Berbondong-bondong mengumbar romance
Tak tahunya adalah kerusakan
Karena eros, aib menjadi camilan

Apa yang membuatmu menjadi eros
Yang meresahkan segala angan
Mengubur setiap harapan
Manusia hilang kemanusiaannya

Hawa eros yang lembut
Memabukkan jiwa yang dangkal
Terbelenggu nafsu kebohongan
Merong-rong nafas kemanusiaan

Eros sejati adalah malaikat
Menjelma menjadi cinta universal
Tanpa sekat ketiadaan
Plural menjadi dasar

Eros adalah keindahan
Yang lahir dari niat menjernihkan
Merawat atas dasar estetika
Menjaga demi keseimbangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*