foto : google

POCIMEDIA.COM | Perbaungan – Kasus matinya ribuan babi yang disebabkan oleh virus Hog Cholera membuat para masyarakat dan nelayan risau. Pasalnya, bangkai babi yang sudah mati tersebut dibuang ke sungai atau danau oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan akhirnya mencemari perairan di sekitarnya.

Masyarakat sekitar sungai dan danau cukup berhati-hati sejak berita ini tersebar, hampir sebagian dari masyarakat memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi ikan selama sebulan setengah. Sementara itu, salah satu pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kepada awak pocimedia.com, Selasa (12/11) mengatakan, “Sejak ditemukannya bangkai babi yang hanyut dan mengapung di sungai Bedagai, omset penjualan kami drastis menurun, karena minat masyarakat untuk makan ikan sudah berkurang, lantaran masyarakat merasa jijik dan alergi karena adanya bangkai babi yang banyak mengapung di sungai. Mungkin itu salah satu penyebab kurangnya minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan,” keluh Saiful Hidayat (45).

Di tempat berbeda, pedagang ikan keliling juga merasakan hal yang serupa seperti nelayan lainnya. Mereka yang menjajakan ikannya hingga ke pelosok-pelosok kampung, namun omset tidak ada perubahan, malah semakin menurun. Karena masyarakat menilai, bahwa ikan yang dijual sudah terindikasi virus dari bangkai babi. @beavinataa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here