sumber: google

POCIMEDIA.COM | Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat untuk memahami keputusan pemerintah yang terkait dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri. Moeldoko menyebut subsidi pemerintah sebagai  BPJS Kesehatan yang sangat tinggi.

Menurutnya, kenaikan iuran ini  dalam membangun kesadaran masyarakat untuk bergotong royong bersama pemerintah dalam membantu BPJS Kesehatan agar tetap berjalan.

Moeldoko menyebutkan bahwa ada 107 juta masyarakat untuk mendapatkan subsidi  program BPJS Kesehatan. Dengan kondisi saat ini pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas I,II, dan III.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya merilis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pada 24 Oktober 2019 lalu. yang salah satunya mengatur kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri.

Kenaikan iuran mencapai dua kali lipat dari tarif saat ini. Jika dirinci, iuran kelas III dari sebelumnya Rp25.500  naik menjadi Rp42 ribu per bulan, kelas II sebelumnya dari Rp51 ribu meningkat menjadi Rp110 ribu, dan kelas I melonjak Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu.

Dalam menanggapi kenaikan iuran ini, masyarakat angkat suara yang sebagian besar merasa keberatan karena biaya menjadi berlipat ganda.

Masyarakat sangat menyesalkan dengan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen lebih. Kenaikan yang drastis inilah lantaran pemerintah yang tidak patuh dalam aturan yang dibuatnya sendiri, seperti menyesuaikan iuran dalam setiap dua tahun sekali.

sumber:cnnindonesia[dot]com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here