BADAI DEBU DI BATU, BMKG MINTA WARGA JATIM WASPADAI CUACA EKSTREM PANCAROBA

Badai Pasi di Batu, Malang

POCIMEDIA.COM | Surabaya – Pelaksana harian Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya Rofiq Isa Mansur, mengatakan bahwa cuaca panas di Jawa Timur diperkirakan bakal terjadi sampai akhir Oktober. Berikutnya, bulan November 2019, diperkirakan sudah memasuki musim hujan.

“Sekarang ini cuaca sedang masuk pancaroba. Masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yaitu bulan Oktober sampai November 2019,” ujarnya. Senin (22/10/2019)

Selama masa ini, BMKG mewarning agar masyarakat waspadai. Sebab pancaroba sekarang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem. Misalnya, hujan es, hujan lebat secara tiba-tiba, angin kencang sesaat yang berasal dari awan cumulonimbus, baik itu puting beliung, serta adanya peningkatan sambaran petir yang berasal dari awan tersebut.

Isa Mansur menyatakan jika terjadi hujan selama masa pancaroba, hujan tersebut bersifat sporadis. “Tidak merata dan terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas yang lebat,” terangnya.

Fenomena itu nantinya bisa menimbulkan bahaya. Sebab hujan yang disertai angin kencang bersifat merusak. Ia juga mengatakan fenomena itu bisa meningkat pada masa pancaroba ini.

Namun ia menjelaskan tidak semua angin kencang bisa disebut puting beliung. Dalam istilah meteorologi, angin kencang atau hempasan udara dingin yang berasal dari awan cumulonimbus disebut downburst.

“Tetapi downburst ini sama bahayanya dengan puting beliung,” tambahnya.

BMKG mengimbau masyarakat Jatim waspada terhadap cuaca ekstrem ini. “Tak kalah penting juga jaga kesehatan akibat pengrauh perubahan cuaca ini,” jelas Isa Mansur. (nw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: