A Twitter logo is seen on a computer screen on November 20, 2017. (Photo by Jaap Arriens/NurPhoto via Getty Images)

POCIMEDIA.COM | Twitter sebagai salah satu sosial media terpopuler telah menghapus 50% tweet yang berisi konten kasar secara otomatis. Konten kasar dalam hal ini yakni postingan yang mengandung pelecehan, intimidasi dan membungkam suara orang lain.

“Kami juga terus membuat kemajuan dalam kesehatan, meningkatkan kemampuan kami untuk secara proaktif mengidentifikasi dan menghapus konten yang kasar, dengan lebih dari 50% Tweet dihapus untuk konten yang kasar di Q3 dihapus tanpa laporan pengamat atau laporan pengguna,” kata CEO Twitter, Jack Dorsey seperti dilansir dari laman Digital Trends, Sabtu (26/10/2019).

Sebelumnya, Venture Beat mencatat bahwa Twitter telah menghapus 38 persen konten kasar pada kuartal pertama 2019. Kemudian, pada kuartal kedua berhasil menghapus 43 persen.

Twitter memang tampaknya tengah melakukan bersih-bersih pada aplikasinya. Pada 2017, Twitter telah melarang dan menghapus akun yang berafiliasi dengan organisasi yang mempromosikan kekerasan.

Pada September tahun 2018, Twitter meminta masukan kepada pengguna tentang kebijakan perilaku kebencian. Menurut blog resmi Twitter, perusahaan menerima 8.000 tanggapan.

Sumber: Detik[dot]com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here