No icon

Teror Bom di Surabaya Masih Berlanjut

Teror yang terjadi di Kota Surabaya rupanya masih berlanjut. Jika Minggu lalu, (14/05) ada 3 titik lokasi yang menjadi sasaran bom, pagi tadi giliran markas Polrestabes Surabaya. Sekitar pukul 08.50 tadi, sebuah bom yang dibawa oleh pengendara motor tiba-tiba meledak di halaman Markas Polrestabes Surabaya. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera membenarkan adanya ledakan bom di Markas Polrestabes Surabaya. "Sekitar pukul 08.50 tadi," kata Barung di Markas Polda Jawa Timur.

Barung mengatakan, ledakan ini menyasar anggota polisi di Markas Poltabes. Namun belum diketahui kondisi korban, apakah luka-luka atau meninggal. "Kami pastikan ada korban dari anggota," kata Barung melalui jumpa persnya dengan awak media.

Menurut informasi yang disampaikan Barung, kendaraan yang dipakai untuk membawa bom adalah motor. Kejadiannya, sebelum bom meledak ada sepeda motor dan mobil melintas. " Mohon rekan media menunggu karena kami masih di TKP,” imbuhnya.

Sehari sebelumnya tercatat ada empat aksi peledakan bom. 3 diantaranya menyasar tempat peribadatan umat Kristen. Masing masing kejadian di GKI Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Ngagel, dan di daerah Arjuno. Malamnya, warga sekitaran Sidoarjo dan Surabaya dikejutkan kembali dengan aksis bom bunuh diri di sebuah rumah susun. Ledakan terjadi pada pukul 21.20 di Rusun Wonocolo, Sidoarjo. Korban meninggal akibat peristiwa itu tercatat ada 3 orang dari keluarga teroris. Masing-masing adalah Anton F (47), Puspita Sari (47, istri Anton), LAR (17, anak pertama Anton). Sementara 3 anak Anton lainnya luka-luka, yaitu, AR (15, anak kedua Anton), FP (11, anak ketiga Anton), GHA (11, anak keempat Anton). FP dan GHA dirawat di RS Bhayangkara.

Komentar