Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8
Aksi Shalawat Pancasila Kelompok Ini Gegerkan Warganet
No icon

Aksi Shalawat Pancasila Kelompok Ini Gegerkan Warganet

Pocimedia.com, Surabaya – Belum tuntas pemberitaan soal pelakor, dunia online kembali dihebohkan dengan kabar lain. Kali ini beritanya tentang aksi sekelompok warga Surabaya yang membaca ‘Shalawat Pancasila’. Kabarnya lokasi ritual tersebut berlangsung di kawasan Lakarsantri, Surabaya, Jatim.

Dalam vidio itu terlihat kawanan orang tersebut bershalawat sambil mengelilingi lilin dan bendera merah putih. Sebelumnya, terdengar surata keras yang membacakan ayat Al-Quran dari potongan ayat terakhir Surat Yasin.

Mereka membaca shalawat ala Pancasila sambil mengelilingi lilin yang dijajar persegi 4. Di tengah lingkaran lilin itu, ada keris, golok, dan Al-Quran. Di dinding ruangan terdapat sejumlah gambar tokoh nasional.

Video yang diunggah dua hari lalu oleh akun “Media Opisisi.com” lantas menjadi viral di media sosial. Sama halnya dengan akun channel youtube Daniya Izma, juga mengunggah vidio itu pada tanggal yang sama.

Video berdurasi 5 menit 48 detik itu menyertakan caption “SHALAWAT PANCASILA”. Setelah Sa’i Pancasila, Lalu Sa’i Sambil Nyanyi Mars Banser Kini ada lagi Shalawat Pancasila.  Warganet  yang menyaksikan tayangan tersebut banyak melakukan protes . Sayangnya, video tersebut tidak dijelaskan pengambilan lokasi dan waktunya. Warganet berharap ada tindakan dari aparat berwenang.

Menanggapi beredarnya vidio tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim Kombes. Pol. Frans Barung Mangera mengaku sudah mengetahuinya. Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

“Kita lakukan lidik (mengenai video dengan bacaan salawat yang menyimpang) dan kita minta pendapat ke MUI,” ungkap Barung, dilansir dari Okezone, Rabu(7/3).

Komentar