No icon

Kebijakan Baru Thailand Perketat Keberadaan Warga Asing

Pocimedia.com, Thailand – Beberapa waktu lalu, warga Jawa Timur digegerkan dengan berita ratusan warga asing ilegal yang rencananya akan dipekerjakan di salah satu perusahaan di Kota Gresik. Serbuan warga asing rupanya tidak hanya terjadi di Indonesia.

Di Thailand misalnya, Negeri Gajah Putih itu memperketat pengawasan terhadap warga asing yang berkunjung kesana. Namun tujuannya kali ini bukan berkaitan dengan masalah pekerjaan, melainkan antisipasi terhadap tindak kejahatan yang dilakukan warga asing selama berada di Thailand.

"Data masuk, keberangkatan dan masa tinggal para pendatang dari luar negeri akan diawasi secara ketat dan terintegrasi oleh pihak berwenang, untuk mencegah kejahatan transnasional, mafia, terorisme, perjalanan ilegal dan penipuan lewat telepon," kata juru bicara Departemen Pertahanan Thailand Letnan Jenderal Kongcheep Tantrawanich, dilansir dari CNN Indonesia, (15/2).

Pernyataan Kongcheep diatas disampaikan seusai pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Prawit Wongsuwan. Dihadiri para pejabat Biro Imigrasi, Departemen Pemerintahan Provinsi serta badan-badan terkait.

Pihak Biro Imigrasi dan Departemen Pemerintahan Provinsi sedang bersama-sama mempersiapkan langkah untuk menerapkan pengawasan lebih ketat. Data semua warga asing yang masuk ke Thailand dan berangkat dari negara itu akan direkam serta diperbarui dalam sebuah sistem penyimpanan data Program Tunggal.

Pihak berwenang masih merancang langkah guna mengawasi aktivitas warga asing selama tinggal di Thailand. Kebijakan baru itu, menurut Kongcheep, akan berlaku resmi dalam enam bulan mendatang. Rencananya, aparat Thailand akan mengajukan sistem referensi paspor elektronik pengganti dokumen imigrasi, yang disebut dengan Tor Mor 6. Mereka memindai sidik jari warga asing yang masuk serta membuat salinan paspor saat memasuki wilayah Thailand.

Semua hotel, rumah penginapan dan tempat-tempat menginap lain yang digunakan oleh warga asing akan tercatat data masuk dan keluarnya, serta informasi yang tertera di paspor. Para pengelola rumah singgah bagi warga asing diwajibkan menyerahkan data yang telah dicatat itu, termasuk tanggal-tanggal 'check'in' dan 'check-out' serta informasi lainnya yang berkaitan dengan tamu-tamu mereka, kepada pejabat keimigrasian atau kepolisian setempat.

Kongcheep mengungkapkan lebih dari 8.000 warga asing diduga tinggal secara ilegal di berbagai wilayah di Thailand. Banyak di antara mereka dikhawatirkan melakukan kejahatan atau kemungkinan terlibat kejahatan selama berada di Negeri Gajah Putih itu.

Komentar