Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8
Jauh Dari Nilai Islam, Malaysia Cekal Penayangan Film Bollywood Padmaavat
No icon

Jauh Dari Nilai Islam, Malaysia Cekal Penayangan Film Bollywood Padmaavat

Pocimedia.com, Malaysia - Sejak penayangan film bollywood di bioskop, terjadi kerusuhan oleh kelompok Hindu dan kasta di beberapa kota di India. Film berjudul Padmaavat itu bercerita tentang kisah percintaan sosok penguasa Muslim Alauddin Khilji dengan ratu Hindu Padmavati pada abad ke-14.

Kelompok nasionalis menyebut bahwa sang sutradara, Sanjay Leela Bhansali, terlalu melebihkan cerita, terutama pada adegan romantis antara Alauddin dan Padmavati. Para pemrotes menuduh Sanjay telah melakukan distorsi sejarah. Sementara pihak sejarawan India meyakini bahwa sosok sang ratu tak pernah benar-benar ada. Film Padmaavat dibuat berdasarkan kisa heroik karya seorang penyair sufi bernama Malik Muhammad Jayasi.

Rupanya penyekalan pemutaran film kontroversial itu bukan hanya berlangsung di India dan negara sekitarnya, namun juga merambah ke negara bagian lain. Pemerintah Malaysia baru-baru ini melarang penayangan film Padmaavat. Tak jauh berbeda dengan negara lain, alasan penyekalan dikarenakan pesan dalam film yang bercerita tentang sosok penguasa Muslim yang keras dan tidak kenal belas kasih.  

Dilansir melalui laman Shabetan (6/02), keputusan yang dilakukan pihak Kementerian Negara Malaysia disebabkan karena tayangan tersebut dinilai anti-Islam, yaitu dengan menggambarkan tokoh Alauddin Al-Khalaji sebagai sosok penguasa Muslim berkepribadian negatif.

“Film ini menggambarkan Alauddin Al-Khalaji sebagai seorang pribadi kasar, berwatak keras, tanpa belas kasih, tidak berperikemanusiaan dan pemakar. Seluruh bentuk penipuan dan pengkhianatan ada dalam dirinya. Secara keseluruhan, ia jauh dari ajaran Islam,” tukas pernyataan resmi kementerian Malaysia. ash

Komentar