Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8
Kunci Steve Jobs Bawa Apple Pada Kejayaan
No icon

Kunci Steve Jobs Bawa Apple Pada Kejayaan

Pocimedia.com, Surabaya - Steve Jobs adalah pendiri perusahaan teknologi terbesar di dunia, yakni Apple. Pada akhir tahun 1970-an Jobs bersama rekanya Steve Wozniak mengembangkan dan memasarkan komputer pribadi pertama di dunia.

Pada tahun 1984 terjadi konflik di Apple, Jobs kalah dan memutuskan untuk mengudurkan diri dari Apple, kemudian mendirikan sebuah perusahaan baru dengan nama NeXT. Bersama NeXT Jobs sukses mengembangkan komputer pada pasar bisnis.

Selama 12 tahun ditinggalkan oleh Steve Jobs, Apple tidak fokus pada produk tertentu. Memiliki lebih dari 25 produk tidak membuat Apple sukses, hingga akhirnya pada 1996 NeXT diakuisisi oleh Apple dan Steve Jobs kembali menduduki posisi CEO Apple pada tahun 1997 serta membawa Apple pada masa kejayaan hingga saat ini.

Suksesnya Jobs membawa Apple kembali pada masa kejayaanya tidak lepas dari prisnip kesederhanaan yang diterapkan oleh Jobs dalam mengelola perusahaanya. Steve Jobs memiliki prinsip kesederhanaan dan kemudahan dalam setiap produk yang dihasilkan oleh Apple.

“Semua hanya butuh lebih sederhana. Fokus dan kesederhananlah yang menjadi salah satu senjata saya. Menjadi sederhana memang tidak mudah. Kita harus bekerja keras untuk menjadikan pemikiran bersih dan sederhana. Tetapi, pada akhirnya hal itulah yang sangat berharga” demikian salah satu ungkapan Steve Jobs.

Seperti yang kita tahu, kegandrungan orang terhadap produk Apple tidak lepas dari keberadaan produknya yang sangat sederhana, elegan dan user friendly. Hal ini dianggap sebagai kunci kesuksesan Jobs mendapatkan penggemar yang fanatik di dunia.

Kesederhanaan merupakan kunci utama keberhasilan. Jangan terjebak dengan keinginan untuk memberikan fitur canggih yang justru menuai kerumitan dan keluhan dari konsumen. Fokus pada produk yang sedikit dan sederhana jauh lebih baik daripada menangani banyak produk , tetapi hasilnya setengah-setengah.

Komentar