No icon

10 Produk Google yang Gagal

Sulit membayangkan bahwa perusahaan dengan sumberdaya luar biasa sebesar Google bisa gagal. Dengan jutaan netizen yang mengunjungi Google tiap harinya, seharusnya Google bisa (dan sering) mempromosikan semua produknya. Berikut akan kami beritahukan sepuluh produk Google yang sudah dirilis namun gagal sehingga harus ditarik dari peredaran.

  1. Google buzz

Pada 2010, Google memperkenalkan sebuah aplikasi social media dan perpesanan bernama Google Buzz tanpa pengumuman. Google Buzz ini semacam platform media sosial semacam Twitter dan Facebook, yang membuat penggunanya dapat mengupdate status, foto, dan video, dan dapat langsung membuat pesan langsung kepada follower. Aplikasi ini dihentikan pada 2012.

  1. Google Notebook

Google Notebook diluncurkan pertama kali pada 2006 sebagai aplikasi yang digunakan untuk ‘copy-paste’ dari browser ke gadget pengguna. Tapi, pada 2009 Google menghentikan pengembangan aplikasi ini dan resmi berhenti  pada 2012. Semua data aktif di Notebook kemudian ditransfer ke Google Docs. Untuk menebus kesalahan ini, pada 2013 Google merilis aplikasi serupa bernama Google Keep, yang dapat diakses di Android, iOS, dan website.

  1. Google+

Dilaunching pada 2011, Google+ merupakan platform network yang ditujukan untuk menggantikan Google Buzz. Jadi bisa dibilang, ini merupakan cloning Twitter dan Facebook jilid dua.

Walaupun masih ada hingga saat ini, tapi sejak dilaunching, Google+ tidak mendapatkan banyak popularitas untuk menggeser posisi para social networking terkenal seperti Facebook dan Twitter sekalipun telah mendapatkan redesign besar-besaran pada 2015. Redesign Google+ tersebut membuat aplikasi ini menjadi lebih cepat dan mudah digunakan.

  1. CAPTCHA

CAPTCHA  adalah metode utama Google untuk membedakan antara manusia dan robot di internet. Caranya adalah dengan meminta kita memasukkan kode atau huruf yang tertera di layar.

Seiring berjalannya waktu, CAPTCHA makin tenggelam lantaran ia tak lagi mampu membedakan antara manusia dan robot dengan akurat seperti dahulu.

Untuk menggantikannya, Google merilis versi tak terlihat bernama reCAPTCHA, yang memonitor pola penelusuran pengguna untuk menentukan apakah mereka manusia atau robot.

  1. Google Site Search

Pada February 2017, Google mengumumkan untuk tidak melanjutkan produknya bernama Google Site Search, sebuah layanan yang memungkinkan semua website untuk menambahkan bidang penelusuran khusus yang diberdayakan oleh Google.

Menurut majalah Fortune, dalam sebuah email pribadi kepada pelanggan dan mitra, Google mengungkapkan rencana untuk menghentikan penjualan dan pembaharuan lisensi kepada para pelanggannya pada 1 April 2017.

  1. Picasa

Google membeli picasa pada 2004 untuk memungkinkan para penggunanya untuk mengatur foto-fotonya secara online. Kini Google telah mempensiunkan Picasa agar dapat focus ke Google Photos, sebuah layanan berbagi foto yang dirilis pada Mei 2015.

Google Photo berpusat pada layanan cloud dan seluler dan menyediakan cadangan foto dan video tak terbatas melalui cloud kepada pelanggan, sekaligus menggabungkannya dengan face recognition AI miliknya.

Menurut laporan, para pengguna Picasa tak perlu khawatir karena foto yang telah mereka upload di Picasa akan secara otomatis berada di Google Photos.

  1. Search Appliances

Search Appliances adalah sebuah alat perusahaan yang bertindak sebagai server ‘merangkak’ melalui sumber daya perusahaan dan data yang meniru pencarian yang tersedia di mesin pencari online Google. Google Search Appliances juga terintegrasi dengan Google Analytics dan juga menyediakan laporan tentang penggunaan dan keefektifan perusahaan.

Menurut laporan, sudah mempensiunkan Search Appliances. Aplikasi ini tidak akan dijual hingga 2017 tetapi pendukung produk yang sudah ada sudah disiapkan selama 3 tahun kedepan. Sebuah blog mitra, Perficient mengklaim bahwa Google telah mengakhiri aplikasi pencarian ini untuk lebih focus pada pelayanan berbasis cloud.

  1. Google Helpouts

Dilaunching pada 2013, Google Helpouts memungkinkan pengguna untuk berbagi keahlian melalui streaming langsung. Layanan ini ditujukan untuk membantu orang secara real-time melalui PC atau perangkat seluler mereka.

Google Helpouts menerbitkan kalender Helpouts yang dapat disinkronkan dengan Google Calendar yang akan menginfokan pengguna tentang demo video melalui tes, email, atau notifikasi kalender.

Google Helpouts ini dihentikan pada April 2015.

  1. Google Moderator

Google Moderator merupakan alat pemantauan umpan balik yang memungkinkan pengguna untuk memberi peringkat pada pertanyaan dan saran pengguna lain (mirip Reddit).

Penggunaannya yang paling terkenal adalah saat tim pemenangan presiden Obama menggunakan Google Moderator untuk membuat sesi “Silakan Bertanya” dimana Obama dan timnya menjawab pertanyaan dari masyarakat. Saat itu, mereka mendapat 1 juta suara dengan 10 ribu pertanyaan. Sayangnya Google Moderator dihentikan pada Juni 2015.

  1. Google Glass

Merupakan teknologi yang digadang-gadang oleh Google sebagai teknologi masa depan. Kenyataannya, pada Januari 2015, Google menutup program Glass Explorer Program sehingga para pengembang dapat membuat aplikasi lain setara program tersebut. Sekarang Google Glass sudah tidak ada di pasaran. Namun Google mengklaim bahwa akan ada ‘versi masa depan’ dari Glass jika sudah siap.

 

Komentar