Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1
Ciptakan Koyo untuk Pasien Kanker Payudara, Lima Srikandi Ini Dilirik Industri Farmasi Tanah Air
No icon

Ciptakan Koyo untuk Pasien Kanker Payudara, Lima Srikandi Ini Dilirik Industri Farmasi Tanah Air

Pocimedia.com, Surabaya - Kanker merupakan satu diantara deretan penyakit yang paling ditakuti manusia di berbagai belahan dunia. Ini karena kanker tergolong jenis penyakit mematikan. Penderita penyakit kanker pasti mengeluarkan biaya cukup besar untuk pengobatan dan perawatan sehari-hari. Disamping itu, efek penyakit dan efek samping terapi obat kanker (kemoterapi) juga menyakitkan bagi pasien.

Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak dengan prevalensi 12/100.000 perempuan (Kemenkes RI – 2015). Doxorubicin biasanya digunakan sebagai kemoterapi pasien kanker payudara melalui injeksi intravena. Hal tersebut menguntungkan karena obat dapat bekerja secara cepat. Namun penggunaan Doxorubicin di sisi lain menyebabkan nekrosis dan perdarahan (ulserasi) akibat penyuntikan dan kerja obat tidak spesifik.

Berlatar belakang dari rasa kepedulian terhadap penderitaan pasien kemoterapi kanker payudara, lima mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Surabaya, Universitas Airlangga, berhasil menciptakan racikan baru. Kelima mahasiswa Fakultas Farmasi itu mengembangkan sediaan berupa koyo (patch) dengan kandungan Doxorubicin yang dapat ditempel di kulit payudara. 

Patch Doxorubicin menggunakan sistem penghantaran obat transdermal yang dibantu dengan arus listik (iontoforesis). Sehingga formula tersebut bisa menembus kulit dan masuk ke dalam jaringan terjangkit kanker payudara. Beberapa uji kelayakan pun dilakukan guna menjamin kualitas, keamanan dan kenyamanan penggunaan Patch Doxorubicin. Diantaranya uji keseragaman bobot, keseragaman diameter, keseragaman tebal patch, uji pH, kandungan lengas, kuat tarik, FTIR, dan DSC.

Ayu Tarantika Indreswari, selaku ketua Tim menyampaikan kelebihan sediaan Patch Doxorubicin. Bersama dengan keempat rekannya, mereka mengaku bahwa penggunaan sediaan Patch Doxorubicin sangat mudah dan tidak menyebabkan kesakitan bagi pasien. "Targetnya spesifik pada jaringan kanker payudara sehingga efek samping kemoterapi lebih sedikit, serta bila terjadi tanda-tanda alergi maka patch dapat segera dilepas dari kulit si pasien," papar Ayu sebagaimana dilansir dari laman Unair news (26/1).

“Sampai saat ini penelitian kami masih dalam skala laboratorium. Harapan kedepan, kami ingin penelitian ini berlanjut sampai aplikasi reservoir patsh transdermal Doxorubicin ini dapat menunjang keamanan, keefektivitasan, dan kenyamanan kemoterapi pada pasien kanker payudara,” sambungnya. 

Tergabung dalam program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKMPE), Ayu dan kawan-kawan sukses dengan penghargaan gagasan terbaik dari ISPE (International Society Pharmaceutical Engineering). Yaitu salah satu forum professional dari Industri Farmasi yang diselenggarakan bulan Mei lalu di Jakarta. “Bahkan kami diberi penawaran untuk penelitian lebih lanjut di beberapa Industri Farmasi,” tambah Ayu.

“Karena itu kami berharap penelitian ini tidak berhenti sekedar penelitian, tetapi kedepannya dapat benar-benar dikembangkan dan diproduksi dalam skala industri sehingga industri farmasi di Indonesia dapat memimpin inovasi obat kanker, khususnya untuk kanker payudara berbasis koyo,” pungkas Ayu. ash 

Sumber: Unair news

Komentar