No icon

Sederet Fakta Ilmiah soal Puasa Ramadhan

Hari ini, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tentu saja makna ibadah puasa yang diharapkan bukan sekedar menahan diri dari makan dan minum, melainkan juga bisa mengontrol hawa nafsu dari segala tindakan yang tercela. Ibadah puasa di bulan Ramadhan bukan hanya bernilai spiritual saja, namun juga menyentuh dimensi lain, seperti kesehatan.

Sudah banyak studi atau kajian medis yang membenarkan adanya manfaat berpuasa sebulan penuh bagi kesehatan tubuh. Bahkan salah seorang ahli sains menyatakan bahwa puasa merupakan obat terbaik untuk membuang seluruh racun dalam tubuh. Apa saja manfaat puasa Ramadhan selain membersihkan berbagai sel dari racun?

Para dokter mengakui bahwa puasa mengaktifkan sistem imunitas tubuh kita karena kekuatan dalam tubuh meningkat untuk melawan seluruh penyakit. Sistem imunitas merupakan kelompok pertahanan yang menjaga tubuh dari segala virus dan bakteri berbahaya. Bahkan puasa merupakan senjata efektif untuk membantu tubuh dalam mempertahankan diri.

Sebuah Fakta medis menyatakan bahwa puasa merupakan faktor utama dibalik rahasia awet muda. Banyak kalangan non muslim telah menulis sejumlah buku mengenai manfaat yang berbeda dari puasa dan mereka menyimpulkan bahwa puasa seringkali membuat orang menjadi lebih awet muda dibandingkan orang yang tidak puasa. 

Allah Subhanahu Wa Taa’ala telah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 183: “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diawajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Banyak studi ilmiah memperlihatkan bahwa makanan terbaik bagi orang yang berpuasa adalah “kurma” dan air karena keduanya mengandung seluruh vitamin yang dibutuhkan tubuh, yakni gula dan mineral. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berbuka dengan makan beberapa ruthaab (kurma basah) sebelum shalat, kalau tidak ada maka dengan kurma kering, kalau tidak ada maka dengan meneguk air beberapa teguk. (HR. Abu Daud dan Al-Hakim)

Studi terbaru membuktikan bahwa waktu yang ideal untuk menghentikan kebiasaan merokok adalah saat bulan Ramadhan karena puasa membersihkan seluruh sel dari berbagai racun tembakau, Sungguh luar biasa untuk diketahui bahwa banyak non muslim yang menggunakan puasa untuk mengobati para perokok dari kebiasaan merokok, bagaimana dengan kita sebagai umat muslim?

Banyak studi ilmiah mengatakan bahwa shalat membantu menyembuhkan diri dari berbagai penyakit seperti sakit punggung dan tulang sendi. Khusyu selama shalat memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit kronis, terutama selama puasa. Allah berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 184: “(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Para ahli sains baru-baru ini menganjurkan puasa sebagai metode terbaru untuk menyembuhkan obesitas. Puasa membantu menghancurkan lemak dan mengorganisir seluruh hormon untuk mendapatkan tubuh yang sempurna, bahkan fakta medis menyatakan “puasa adalah cara termudah untuk menyembuhkan obesitas”. Mereka juga mengatakan bahwa puasa meningkatkan kemampuan otak kita, karena puasa meningkatkan kemampuan dalam berkreasi. Puasa juga merupakan cara terbaik untuk mengaktifkan seluruh sel dalam otak. Itulah mengapa saat bulan Ramadhan menghafal Al Quran lebih mudah.

Banyak peneliti telah memerhatikan berbagai perubahan secara radikal di dalam sistem tubuh orang-orang yang berpuasa. Perubahan tersebut meliputi fisiologis dan sisi psikologis (kejiwaan). Sering berpuasa dapat menghancurkan perkembangan sel tumor dalam tubuh, dan banyak para ahli membenarkan bahwa puasa dalam waktu yang lama mampu meningkatkan kinerja seluruh tubuh yang mana menurunkan kemungkinan terjangkit kanker. Mereka juga mengonfirmasi bahwa puasa merupakan operasi tanpa pembedahan karena puasa dapat mengobati batu ginjal, penyakit kandung kemih, tumor serta liver. Para peneliti mengatakan bahwa puasa ikut andil dalam berbagai misi mustahil sebagai cara pengganti operasi pembedahan yang akan dianggap gagal.

Komentar