Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8
Keistimewahan umat islam ketika sakit
No icon

Keistimewahan umat islam ketika sakit

Pocimedia.com, Surabaya –  Kita sebagai manusia pasti pernah memngalami sakit. Bagi umat islam, sakit itu adalah sebuah anugrah yang diberikan Allah Subhanallah Wata’ala kepada kita. Sakit itu berkah, namun kebanyakan dari kita semua menyikapi sakit adalah musibah, bahkan kita sering mengeluh jika diberi sakit oleh Allah SWT.

Ada sebuah riwayat yang menceritakan tentang manusia yang diberi sakit oleh Allah SWT. Ketika hamba Allah diberi sakit, maka Allah SWT. memerintahkan 3 malaikat untuk turun ke bumi menghadap ke orang yang sakit tersebut.

Malaikat pertama diperintah untuk mengangkat sari wajahnya

Kita pasti tau dan menyadari jika kita diberi sakit pasti wajah kita tampak lesu, loyoh, kurang semangat dan pucat. Itu karena Allah SWT memerintahkan malaikat untuk mengambil sari wajahnya.

Malaikat kedua diperintah  untuk mengangkat kekuatannya.

Jika kita diberi sakit oleh SWT pasti akan lemas, itu karena Allah swt. memerintahkan malaikat untuk mengambil  kekuatan orang yang sakit. Seseorang yang biasanya bisa melakukan pekerjaan keras pasti akan lemas saat diberi sakit oleh Allah SWT. Jangankan untuk bekerja, untuk berdiri saja rasanya sakit semua.

Malaikat ketiga diperintah untuk mengangkat dosa –dosanya.

Inilah perbedaan dan kelebihan umat nabi Muhammad saw. Jika Allah memberikan sakit, maka dosa-dosanya akan diangkat oleh malaikat yang disuruh oleh Allah swt.

Itulah 3 tugas malaiat yang diperintah oleh Allah untuk hambaNya yang dilanda sakit. Allah juga memerintahkan ketiga malaikat tersebut untuk turun kembali ke bumi ketika seseorang tersebut sudah kembali sehat.

Malaikat pertama diperintah untuk mengembalikan sari wajahnya

Hamba Allah saat sakit terlihat pucat, lesu dan kurang semangat kini sudah sembuh dan nampak ceria di wajahnya, bisa tersenyum dan terlihat sangat manis. Itu karena Allah swt. telah memerintahkan malaikat untuk mengembalikan sari wajahnya yang di angkat saat dia sakit.

Malaikat kedua diperintahkan untuk mengembalikan kekuatannya

Pada saat sakit tidak bisa apa-apa, jangankan untuk berangkat bekerja, untuk bangun pun sangatlah berat, yang awalnya hanya lemas dan tertidur di kamarnya, kini bisa sudah sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasanya, bisa bekarja dengan giat dan bisa memenuhi target.

Malaikt ketiga ditanyai Allah SWT. Apa yang dirasakan hambaku  saat dia sakit. Jika dia mengeluh dan tidak bisa menerima takdirKu, maka kembalikan dosa-dosanya. Dan jika dia tetap bersabar, berdoa  dan selalu bersyukur atas takdir yang Kuberikan, maka jangan dikembalikan dosa-dosanya

Rasullah bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

"Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya" HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651

Rasullah juga bersabda

مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ،حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya” HR. Muslim no. 2572

Oleh karena itu, jika kita menjenguk atau mendoakan keluarga, saudara, teman atau umat muslim lainnya, hendaknya kita mendoakan untuk bersabar terlebih dahulu setelah itu baru kita doakan semoga lekas sembuh

Wallahua’lam

Semoga kita dikumpulkan dengan orang-orang yang selalu bersabar dan selalu bersyukur atas apa yang kita terima dari Allah swt. Amiiiinn..............

Komentar