Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8
Mengenal Gangguan Kejiwaan pada Diri Sendiri
No icon

Adakah Aku Mendapati Psikosis?

Mengenal Gangguan Kejiwaan pada Diri Sendiri

Pocimedia.com, Surabaya - Dalam dunia psikologi, wajar bila seseorang memiliki satu dari sekian banyaknya macam gangguan kejiwaan atau dalam istilah psikologi ialah psikosis. Dalam hal ini seseorang akan merasa terganggu dengan ditandai adanya delusi atau halusinasi terhadap suatu hal. Delusi yang berarti adanya kesalahpahaman terhadap suatu hal sementara halusinasi berarti persepsi dari diri perihal sesuatu yang dilihat dan didengar padahal sebenarnya hal itu tidak ada. Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mendapati psikosis di dalam dirinya dapat dimulai dari stress dan depresi terhadap lingkungan yang sebetulnya berpengaruh terhadap kelangsungan hidup seseorang tersebut. Sehingga meninggalkan kesan buruk dan ketraumaan. 

Kemudian juga didapat dari adanya gangguan bipolar (bipolar disorder) yangmana hal tersebut menyerang kondisi psikis seseorang dengan penandaan suasana hati yang berubah-ubah dengan sangat ekstrem, maniac dan depresi. Hati-hati juga terhadap pengonsumsian obat-obatan yang disalahgunakan karena hal itu akan merusak diri dimulai dari didapatinya halusinasi dan delusi yang membuat diri semakin terpuruk. Adapun beberapa penyakit yang juga menjadi faktor gangguan kejiwaan yakni skizofrenia, tumor otak, parkinson, epilepsi, alzheimer, dan stroke. 

Mereka biasanya kacau dalam berbicara dan bertingkah laku dan terganggu dalam menilai mana hal yang real dan mana hal yang fana. Oleh karenanya psikosis sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan karena akan mengganggu fungsi mental, respon perasaan, daya nilai realitas, komunikasi dan hubungan antara individu dengan lingkungannya.

Beberapa dapat diobati dengan pergi ke psikiater kemudian diberikan obat antidepresan/antipsikotik untuk membantu penderita dalam menemukan sebuah pola pikir yang normal. Terapi perilaku juga dinilai efektif dalam mengatasi kekhawatiran terhadap gejala dan reaksi dari penderita.

Komentar