Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8
Aksi Solidaritas Kemanusiaan yang Berujung Sanksi, Entah Gagal Paham atau Gagal Mencerna
No icon

Persib Bela Rohingya

Aksi Solidaritas Kemanusiaan yang Berujung Sanksi, Entah Gagal Paham atau Gagal Mencerna

"Komunitas kami seperti sepakbola. Kami ditendang dari dua sisi."

Begitu penggalan kalimat warga etnis Rohingya yang muncul dalam video '9/9/17 Crowd Ambience Persib x Semen Padang #SaveRohingya'. Video yang dibuat bobotoh itu, digarap apik menampilkan ribuan bobotoh saat menyusun koreografi "Save Rohingya".

Aksi solidaritas atas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar itu, terjadi saat 'Maung Bandung' berhadapan dengan Semen Padang di Stadion si Jalak Harupat, pada Sabtu (9/9) lalu.

Potongan kain berwarna putih disusun rapi membentuk tulisan "Save Rohingya", dengan latar susunan kain berwarna merah pada kata "Save" dan warna biru untuk "Rohingya". Tak hanya itu, beberapa bobotoh membentang spanduk bertuliskan #SaveRohingya.

Bagi mereka, sepakbola juga menjunjung tinggi kemanusiaan. Buktinya, bukan kali pertama koreografi untuk aksi kemanusiaan ditampilkan, mereka pernah menyusun apik koreo sebagai solidaritas untuk Palestina hingga Suriah.

Namun, gara-gara koreografi itu Persib kembali dijatuhkan sanksi. Kali ini berupa denda Rp 50 juta lewat surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 pada Kamis (14/9) kemarin. Komdis PSSI menyebutkan konfigurasi "Save Rohingya" yang dilakukan Bobotoh jelas merupakan pelanggaran.

"Dalam regulasi kompetisi 'kan sudah dijelaskan kalau yang berhubungan soal SARA (Suku, Ras dan Agama) jelas langsung kena sanksi. Dan, atas dasar itulah kami berikan hukuman," ujar Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin, ketika dihubungi kumparan (kumparan.com) pada Kamis (14/9/2017).

Pernyataan Asep tersebut mengacu kepada regulasi kompetisi Liga 1 Pasal 56 terkait hal-hal yang menggangu pertandingan.

"Hal-hal yang menggangu jalannya pertandingan seperti flare, firewoks, smoke bomb, laser, spanduk yang bernada rasis, yel-yel serta hal lain yang dikategorikan sebagai sebuah pelanggaran disiplin dan terhadap hal tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan Kode Disiplin," tulis pasal itu.

(Sumber Gambar: YouTube officialvpc)

Namun, meski sudah dinilai sesuai dengan regulasi kompetisi yang dikeluarkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), denda untuk Persib atas aksi "Save Rohingya" itu dianggap berlebihan. Sanksi itu justru memicu aksi solidaritas lain lewat #KoinUntukPSSI.

Ketua MPR Zulkifli Hasan, ikut protes kepada PSSI dan menyebut bahwa sepakbola sejatinya adalah bahasa kemanusiaan yang paling universal. Koreografi bobotoh menyusun "Save Rohingya" adalah bentuk simpati atas krisis kemanusiaan di Myanmar.

"Ini sepenuhnya solidaritas kemanusiaan dan bukan Politik. Saya siap ikut patungan bareng Bobotoh untuk bayar denda PSSI. Patungan atau Udunan adalah ekspresi yang seharusnya dihormati," ucap Zulkifli dalam keterangan tertulis, Kamis (14/9).

Image result for umuh muchtar

(sumber gambar: bola.net)

Denda lagi, denda lagi. Sepanjang gelaran kompetisi Go-Jek Traveloka Liga 1, empat kali sudah Persib Bandung berurusan Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI).

Kali ini denda sebesar Rp 50 juta harus dibayarkan manajemen "Maung Bandung" terkait aksi suporter mereka, Bobotoh, yang membentangkan koreografi 'Save Rohingya'. Aksi tersebut terpampang di tribun penonton saat pertandingan antara Persib Bandung melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/9/2017) lalu.

Dalam surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017, Komdis PSSI menyatakan bahwa aksi yang dilakukan Bobotoh adalah sebuah pelanggaran.

"Suporter Persib Bandung terbukti dengan sengaja merencanakan untuk melakukan konfigurasi dengan tulisan 'Save Rohingya' dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin," tulis surat tersebut, Kamis (13/9).

Menanggapi keputusan sanksi yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI, Manajer Persib, Umuh Muchtar, buka suara. Umuh berpendapat bahwa aksi koreo yang dilakukan Bobotoh itu tidak ada unsur politisnya, tetapi hanya untuk mengunggah sisi kemanusiaannya, di mana saat ini etnis Rohingya di Myanmar sedang mendapat musibah.

"PSSI ini seperti tidak punya hati, ya. Harusnya tidak disanksi karena koreografi yang dilakukan oleh Bobotoh itu berisikan pesan kemanusiaan bukan masalah politik. Ya, saya kaget saja dan kecewa," ujar Umuh ketika dihubungi wartawan, Jumat (15/9).

Umuh menambahkan, aksi koreo para kelompok suporter Persib kala itu tidak ada yang salah karena hanya menggugah dan menyuarakan perdamaian antar-umat beragama agar tidak terjadi hal-hal serupa seperti di Rohingya.

Umuh lantas mendukung akan diadakannya aksi penggalangan dana oleh para Bobotoh. Kelompok suporter Persib itu pun akan urunan dengan mengumpulkan koin untuk membayar denda kepada Komdis PSSI.

"Pemerintah saja prihatin, bahkan membantu apa yang terjadi di Rohingya, masa PSSI tidak mendukungnya," tegasnya.

"Kalau kurang, saya siap menambahnya dengan bentuk koin juga dan sudah terkumpul kami akan datang ramai-ramai ke Komdis PSSI untuk menyerahkan koin sesuai jumlah denda," tutup Umuh.


Sumber artikel dari Kumparan,com

Komentar