pocimedia
Model pelaporan Zakat berbasis Sustainability Report Pertama di Indonesia
Thursday, 01 Mar 2018 08:30 am
pocimedia

pocimedia

Pocimedia.com, Jakarta -  Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang sudah memenuhi standar tertentu. Sehingga uang yang terkumpul disebut juga sebagai dana umat yang penggunaannya untuk kesejahteraan umat Islam, terutama bagi fakir miskin. Agar penyaluran dana zakat tepat sasaran, maka perlu adanya manajemen pengelolaan zakat.

Salah satu lembaga zakat di Indonesia, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, beberapa waktu lalu memperkenalkan model pelaporan terbuka transformasi berkelanjutan. Yaitu sebuah proses pelaporan berbasis Sustainability Report (SR) yang berpedoman pada standar Global Reporting Initiative (GRI). Kedua, disesuaikan dengan karakteristik dan prinsip ketepatan (accuracy), menyeluruh (completeness) serta reliabilitas (reliability) yang sejalan dengan lembaga zakat.

“Model pelaporan berbasis Sustainability Report milik Mandiri Amal Insani adalah perdana di industri zakat. Kami ingin menunjukkan komitmen MAI Foundation terhadap pencapaian tahun 2017 dalam pelaporan berkelanjutan yang didasari atas aspek ekonomi, sosial, lingkungan atau isu-isu sosial lainnya serta kepada para stakeholder,” ujar Abdul Ghofur, Direktur MAI Foundation, dalam acara Paparan Public (Public Expose) seperti dilansir dari laman lensaindonesia online, (1/3).

Pertumbuhan bidang penghimpunan Mandiri Amal Insani mencapai 43% dari tahun 2016. Sementara untuk penyerapan dana, bidang penyaluran mencapai angka 93% dari target tahun 2017. Untuk jumlah penerima manfaat dari program yang dimiliki Mandiri Amal Insani mencapai 55.177 jiwa dengan sebaran sebanyak 43% di Jabodetabek. Lainnya, berada di luar Jabodetabek dan luar negeri (Hong Kong, Myanmar, Malaysia).

Dalam menggulirkan program-program, MAI berusaha mengimplementasikan program pemerintah yang tertuang dalam 17 butir Sustainable Development Goals (SDGs). Tujuan-tujuan yang dicanangkan menjadi fokus atau tujuan pokok dari sebuah lembaga sosial, khususnya lembaga zakat yaitu pengentasan kemiskinan, kelaparan, tercapainya kesejahteraan, air bersih dan sanitasi serta pendidikan yang berkualitas.

“Kami meyakini, jika semua program dapat terlaksana dan didukung oleh banyak pihak termasuk lembaga zakat seperti MAI, maka tujuan memakmurkan dunia khususnya Indonesia akan tercapai,” ungkap Tardi, Pembina MAI Foundation.

Dalam usaha ekstensifikasi, di tahun 2017, Mandiri Amal Insani telah membuka kantor wilayahnya di Palembang dan Banjarmasin. Dengan pelebaran ini, masih menurut Tardi, Pembina MAI Foundation, mengharapkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya membayar ZISWAF semakin meningkat. Peningkatan tersebut akan berdampak bagi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Tardi mengungkapkan bahwa tak menutup kemungkinan, di tahun 2018, MAI akan meresmikan kantor wilayah di Papua.

Dalam Public Expose 2018 yang mengusung tema ‘Transformasi Berkelajutan’, MAI melakukan strategi ‘Show Me The Money’. Itu guna membuktikan transparansi dan tanggung jawab lembaga terhadap para muzakkinya serta memperlihatkan kebermanfaatan program yang dikelola MAI kepada muzakki agar kepercayaan mereka dalam menyalurkan dana ZISWAF-nya bisa berkelanjutan.