pocimedia
Kolaborasi dengan Grab, Uber Bakal Sasar Pasar Asia Tenggara
Monday, 19 Feb 2018 06:22 am
pocimedia

pocimedia

Pocimedia.com, Surabaya – perusahaan penyedia transportasi online Uber, merilis laporan keuangan Tahun 2017 lalu. Hasilnya, Uber mengalami kerugian sebesar 4,5 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 61,2 triliun per kuartal IV 2017. Angka ini lebih besar 61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Melansir dari laman CNBC, (19/2), peningkatan pendapatan Uber mencapai 14 persen menjadi 11,1 miliar dollar AS pada tahun 2017. Sementara di tahun sebelumnya, pendapatan Uber hanya mencapai 9 miliar dollar AS.

Guna meningkatkan pendapatan sekaligus menciptakan progres dalam menekan angka kerugian, pihak Uber menerapkan strategi baru. Berdasarkan informasi dari Fortune, (19/2), perusahaan berbasis teknologi itu bakal menjual bisnisnya di Asia Tenggara kepada perusahaan serupa asal Singapura, Grab. Jika strategi kolaborasi ini terwujud, Uber akan memperoleh ekuitas Grab di dalamnya.

Langkah yang diambil Uber merupakan bagian dari strateginya membantu menurunkan biaya sebelum melakukan penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Mengacu data laporan keuangan tahun lalu, disimpulkan bahwa permintaan tetap ada, tetapi Uber harus fokus pada kawasan-kawasan yang berkinerja kuat.

Asia merupakan kawasan yang keras bagi Uber, dimana layanan serupa bertaraf regional secara konsisten mengalahkannya. Uber pun sudah menyerah di China dengan cara menjual kepemilikan saham kepada kompetitornya, Didi Chuxing, pada 2016.

Adapun di India, platform taksi daring Ola melahap 3 persen pangsa pasar Uber hanya pada paruh kedua tahun 2017. Ola kini memimpin pangsa pasar di India dengan persentase 15 persen.

Namun, faktanya Didi, Ola, dan Grab telah memperoleh investasi besar dari perusahaan Jepang, SoftBank. Bulan lalu, Uber juga memperoleh investasi 1,25 miliar dollar AS dari SoftBank dan menjadikannya pemegang saham terbesar.

Rajeev Misra, yang bergabung pada jajaran direksi Uber sebagai bagian dari kemitraan dengan SoftBank, menyatakan bahwa fokus utama Uber ada di AS dan Eropa. Uber juga masih berfokus di Amerika Latin dan Timur Tengah. Uber pernah menguasai pasar dunia. Namun demikian, layaknya perusahaan-perusahaan sejenis, Uber menghadapi tantangan berupa aturan dan persaingan di banyak negara.