pocimedia
Hukum Umat Islam yang Merayakan Hari Valentine Berlindung Dibalik Hari ‘Kasih Sayang’
Tuesday, 13 Feb 2018 02:55 am
pocimedia

pocimedia

Pocimedia.com, Surabaya – Akhir pekan lalu, penulis berbelanja di beberapa tempat perbelanjaan modern yang ada di Kota Surabaya. Disana sudah terpajang aneka hiasan menarik yang didominasi warna merah dan pink. Beberapa toko makanan atau mini market juga memajang produk ‘cokelat’ yang dibalut dengan hiasan pita pink bertuliskan ‘diskon’ berapa persen.

Tak ingin ketinggalan momen spesial di Bulan ini, rupanya para pengusaha siap menyambut perayaan hari kasih sayang ‘Valentine’s Day’ yang diperingati tiap tanggal 14 Februari. Tak ayal di beberapa pusat perbelanjaan modern ataupun minimarket di sekitar tempat tinggal, banyak dijumpai aneka produk cokelat. Bentuk dan warnanya pun beraneka ragam. Mulai dari bulat, ada juga yang bergambar hati dengan ukuran besar.

Ya, valentine’s day merupakan momen khusus bagi kaum muda untuk menyatakan kasih sayang kepada pasangannya. Valentine sendiri merupakan hari raya kaum Nasrani, untuk memperingati seorang pastur bernama Valentine yang dihukum mati oleh penguasa Romawi pada 14 Februari 270M. Umumnya mereka mengenakan pakaian berwarna merah dan saling bertukar bunga berwarna merah. Celakanya, budaya ini kini sudah menjalar ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali bagi masyarakat Muslim. Di Indonesia, beberapa tahun ke belakang, perayaan valentine diwarnai dengan pemberitaan kasus seksual bebas pasangan remaja, nyabu, mabuk dan perbuatan tidak senonoh lainnya.

Alih-alih berdalih kasih sayang, hari Valentine faktanya justru malah menciptakan kerusakan moral bahkan melanggar nilai agama Islam. Mereka yang asyik berpesta ria sambil mabuk bahkan melakukan perbuatan haram alias kumpul kebo, sebenarnya hanya ingin melampiaskan hawa nafsu. Padahal Islam sangat memperingatkan kepada umatnya untuk tidak mendekati perbuatan zina, apalagi sampai melakukannya.

Ulama besar Islam di penjuru dunia sepakat mengharamkan perayaan Valentine bagi umat Islam. Karena ini menyangkut persoalan akidah, syariat dan kebiasaan. Rasulullah SAW melarang umat Islam untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR At-Tirmizi).

Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah SWT. Bahkan, perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah SWT lebih dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.

Pendapat lain datang dari Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin. Alasan umat Islam memperingati valentine karena dia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam. Selain itu, perayaan valentine menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf saleh (pendahulu kita). Maka, tidak halal melakukan ritual hari raya mereka, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah, ataupun lainnya.

Mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup orang kafir akan membuat mereka senang dan dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim," (QS. Al-Maidah: 51).

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-Mujadilah: 22)

Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus. Sehingga menjadi jembatan bagi kita untuk masuk ke dalam surga yang hamparannya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadis Qudsi:

"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, saling berkorban karena Aku, dan yang saling mengunjungi karena Aku." (HR Ahmad). Wallahu alam.