pocimedia
Kembangkan Industri Halal, Banten Siap Ekspor Makanan di Kawasan Timur Tengah
Thursday, 08 Feb 2018 03:11 am
pocimedia

pocimedia

Pocimedia.com, Surabaya – Industri halal merupakan salah satu sektor yang hingga saat ini memiliki peluang bagus dalam perekonomian Indonesia. Beberapa daerah tertarik untuk mengembangkan konsep industri halal. Mulai dari bidang kuliner, perbankan, parawisata dan sebagainya.

Di Banten misalnya, saat ini sedang dirancang pembangunan kawasan industri halal. Pemerintah Provinsi Banten memasukkan rencana pembangunannya dalam Rencangan Perda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) yang dibahas DPRD Banten.

"Kawasan Industri Halal ini yang membedakan Banten dengan daerah lainnya, karena semua daerah diamatkan untuk membuat Perda RPIP. Nah yang menjadi pembeda di Banten ini, kita rancang kawasan industri halal,'' ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso seperti dikutip dari laman republika.co.id (8/02).

Rencananya, kawasan industri halal itu diarahkan ke produk makanan. Hal ini karena pihaknya ingin menyesuaikan dengan potensi yang ada di Banten. Makanan tersebut nantinya akan di ekspor ke negara-negara di Kawasan Timur Tengah.

"Kita jadi eksportir halal untuk Timur Tengah, karena di sana tidak ada produk-produk dari hasil pertanian, perkebunan yang dihasilkan seperti di negara kita misalnya cokelat dan lainnya," imbuh Babar.

"Banyak fasilitas yang kita miliki, ini bisa jadi kinerja dan peluang eksport bahan makanan. nanti bisa suport dari sisi standar kehalalannya dan kualitasnya dengan membentuk lembaga yang diakui secara nasional," imbuhnya.

Pengembangan kawasan industri halal ini sejalan dengan besarnya permintaan produk halal di pasaran. Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Imam Haryono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan regulasinya bersama Kamar Dagang dam Industri (Kadin) Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan zona industri halal karena besarnya permintaan. Saat ini, permintaan produk halal sudah mulai meningkat, ter utama untuk makanan dan minuman (mamin) serta kosmetik,” kata Imam.

Terkait rencana kerja Dipserindag Banten ke depan, kata dia ada dua fokus yang akan menjadi prioritas program untuk dilaksanakan. Yaitu membuat rencana pembangunan industri provinsi untuk jangka waktu selama 20 tahun ke depan mulai 2018 sampai 2038. Sebab pembangunan industri harus terencana dengan baik, untuk meningkatkan kinerja eksport serta kebutuhan dalam negeri.

Fokus kedua berkaitan dengan Perda Pembentukan BUMD Agrobisnis untuk pengelolaan hasil pertanian dari mulai produksi hingga pasca panen dan pengembangan industrinya.

"Tahun 2019 ini BUMD Agrobisnis harus sudah konkret. Jadi ke depan, Disperindag menindaklanjuti apa yang dihasilkan sektor hulu seperti produk pertanian, kelautan dan perikanan," kata Babar.

Dengan demikian, kata dia, melalui BUMD tersebut bagaimana para petani di Banten memiliki nilai tambah serta bisa menjadikan komoditi untuk pemenuhan kebutuhan lokal, nasional maupun untuk eksport. "Jadi melalui rapat kordinasi internal ini, saya ingin memberikan penguatan dan penekanan terkait program yang akan dilaksananakan 2018 kedepan dan evaluasi program Tahun 2017," kata Babar.

Sebagai langkah awal, Kemenperin akan melakukan uji coba dengan membuat zona industri halal yang sudah mapan sebagai percontohan. Setelah itu, barulah diaplikasikan di kawasan industri berikutnya.