pocimedia
Ghazw Al-Fikr Transformasi Jihad Fi Sabilillah Era Globalisasi
Thursday, 21 Dec 2017 04:22 am
pocimedia

pocimedia

Surabaya, pocimedia.com - Surat Al-Anfal ayat 60 menjelaskan bahwa ada 3 musuh yang wajib diwaspadai, yakni: musuh Allah, musuh umat islam, dan lain sejenisnya. Justru yang belakangan ini dikatakan sangat misterius, kita tidak bisa melihat mereka secara pasti, tapi Allah SWT Maha Tahu. Ayat ini turun ketika umat islam dalam konteks sedang menghadapi kaum kafir Makkah dan sekutunya. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk menghadapi musuh yang bersenjata dengan persenjataan pula, seperti panah, pedang dan sebagainya.

Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi khususnya, peperangan melawan kaum kafir pun tidak berbentuk fisik sebagaimana masa nabi saat itu. Namun, peperangan yang terjadi dalam konteks globalisasi ini terjadi secara halus, yakni dengan memainkan senjatanya berupa ideologi. Seperti yang dikemukakan oleh Syayafi’i dalam bukunya sebagai perang pemikiran (Ghazw Al-Fikr).

Jika anda menerjemah musuh yang tidak kelihatan memanggul senjata, tapi pikiran, pikiran, tulisan, pemberitaan mereka sangat mengdiskreditkan islam, maka kaum muslimin harus siap berperang melawan mereka melalui jalur ilmu.

Mengacu pada surat Al-anfal ayat 60 diatas, disimpulkan bahwa suatu saat ada suatu masa yang mana manusia tidak lagi beriteraksi secara langsung (tatap muka). Mungkin, kondisi yang dimaksud  dalam Al-Qur’an itu adalah konteks saat ini, dimana arus globalisasi yang menciptakan kecanggihan teknologi di bidang komunikasi dan informasi, yaitu internet. Salah satu ciri utama munculnya internet adalah adanya information high way.

Artinya, penyebaran informasi saat ini terjadi secara massif kepada semua masyarakat di belahan dunia, tanpa adanya hambatan jarak dan waktu. Globalisasi juga memungkinkan individu di seluruh dunia saling berkomunikasi dan melakukan interaksi melalui dunia maya atau virtual world. Keadaan ini seperti dikatakan Mc.Luhan yang terkenal dengan konsep global village atau desa global. Dunia, oleh Mc.Luhan dianalogikan seperti sebuah desa yang sangat besar, yang mana didalamnya terjadi pertemuan negara-negara dari seluruh belahan dunia. Pada saat itu, Mc.Luhan berfikir bahwa suatu saat nanti informasi akan sangat terbuka dan dapat diakses oleh semua orang. Keadaan yang dikatakn oleh Mc.Luhan itulah yang saat ini dirasakan oleh manusia di dunia, yakni ‘Globalisasi’

Apalagi, dalam dunia internet muncul fenomena baru berupa media sosial, seperti web site, blog, face book, twitter, email dan sebagainya. Hampir sebagain besar negara di dunia mengalami peningkatan sebagai pengguna (user) media sosial. Di indonesia, pengguna internet mengalami peningkatan secara signifikan. Berdasarkan pada Asosiasi penyedia jasa internet indonesia (AJPII) jumlah pengguna internet mencapai 110,000 dari tahun sebelumnya 1999. Sementara tahun 2000, peningkatanya mencapa milyaran, yakni sebesar 1.45 milyar user. Saat ini, media sosial yang paling banyak diminati adalah face book, twitter, dan Linkedin. Belum lagi aplikasi media sosial yang ditawarkan oleh smart phone ponsel, seperti line, kakaoTalk, atau path. Beragam aplikasi media diatas merupakan ladang luas untuk berinteraksi dengan sesama muslim di seluruh dunia. Salah satu situs yang digunakan sebagai wadah silaturahmi antar sesama muslim melalui dunia maya adalah salingsapa.com.

Beberapa tahun belakangan, masyarakat Indonesia bahkan di dunia sedang digemparkan dengan sebuah situs yang hampir mirip dengan facebook, tetapi memiliki fitur yang lebih lengkap serta bernuansa islami, yaitu situs salingsapa.com. Situs jejaring sosial ini dibuat dan diolah oleh Muhamad Yahya Harlan. Dia merupakan pelajar Indonesia yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bandung.

Secara umun, situs salingsapa.com dibuat untuk memberikan alternatif media sosial network bagi orang-orang muslim. Tidak hanya dipakai sebagai ajang pencarian teman, atau dalam islam disebut silaturahmi, keberadaan situs ini juga semakin menambah khazanah pengetahuan tentang agama bagi masyarakat muslim yang membutuhkanya. Situs ini secara tidak langsung dapat digunakan sebagai media dakwah serta pembelajaran agama islam yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat melalui dunia maya.

Beberapa fitur yang dalam situs salingsapa.com misalnya, fitur Al-Qur’an dan hadits, yang memungkinkan pengguna untuk tetap bisa mendengar dan membaca Al-Qur’an di sela-sela online. Ada juga fitur game-game yang dikembangkan dengan konsep islami. Para uztadz juga berpeluang untuk menyampaikan taushiyahnya, serta menginformasikan hal-hal seperti khutbah jum’at, jadwal kajian islami serta jadwal ceramahnya.

Berdasarkan uraian singkat diatas, sangat terlihat jelas bahwa islam tidaklah menghambat kemajuan IPTEK seperti dikatakan oleh kelompok fundamentalisme. Islam sangat mendukung penuh atas kemajuan IPTEK, selama pengetahuan itu digunakan untuk kemaslahatan umat manusia. Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah dengan penemuan teknologi-teknologi baru, ini menunjukkan bahwa semua ajaran islam yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an maupun Hadits itu benar, dan dapat dibuktikan kebenaranya secara empiris.

Saat ini ada banyak aplikasi, forum atau komunitas cyber serupa yang memiliki misi dakwah Islam. Namun yang menjadi tantangan saat ini adalah, karena saking banyaknya orang yang dengan mudah menciptakan website, aplikasi, forum atau blog yang seolah-olah mengajarkan tentang Islam, alhasil statusnya abal-abal alias hoax. Sehingga sebagai netizen, kita perlu cerdas memilih dan memilah informasi di internet. Terutama yang menggunakan cover Islam.