PociMedia
Gunung Agung Meletus, Tingkat Okupasi Hotel Masih Normal
Wednesday, 22 Nov 2017 09:24 am
PociMedia

PociMedia

Bali, pocimedia.com -  Berdasarkan catatan dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana dan Geologi, Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali dinyatakan meletus Selasa (21/12) lalu pada pukul 17.35 WITA. Menurutnya, skala letusan masih terbilang kecil. Yaitu gunung mengeluarkan semburan abu vulkanik berwarna abu-abu kehitaman dan terus keluar dari kawah.

Meski demikian, letusan Gunung Agung rupanya tidak mempengaruhi nilai okupasi (tingkat hunian) hotel di Bali. Kondisinya boleh dikatakan masih normal. Salah satunya seperti disampaikan oleh Chairman Bali Hotels Association, Ricky Putra. Menurutnya, tingkat okupansi hotel di Bali berkisar 40-60 persen. Okupansi tersebut dinilai normal pada periode November di setiap tahun.

"Sampai saat ini perkembangannya masih di 45 hingga 60 persen okupansinya. Itu okupansi tahun ke tahun memang seperti itu.‎ Ini (November) termasuk kategori low season," ujar Ricky seperti dilansir dari Liputan6.com di Jakarta, Rabu (22/11).

Dia menjelaskan lebih jauh bahwa rendahnya okupansi pada Bulan November dikarenakan wisatawan baru akan datang ke Bali pada Desember atau saat liburan Natal dan Tahun Baru. Jadi, masih rendahnya okupansi hotel di Bali tidak ada kaitannya dengan Gunung Agung. "November memang biasanya masa di mana mengalami penurunan, bukan karena faktor A atau B, tetapi traditionally. Karena di sini bulan tamu-tamu untuk mempersiapkan traveling di Desember," lanjutnya. 

Disisi lain, aktivitas penambangan galian C di sekitar Gunung Agung memengaruhi perekamanan kegempaan oleh Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pasca meletus pihak PVMBG harus terus memantau aktivitas kegempaan. Kabid Mitigasi PVMBG Gede Suantika mengatakan bahwa getaran galian C terdeteksi seismograf dan cukup mengganggu. Sebab, tidak jarang getaran dari lokasi galian C terjadi bersamaan dengan gempa yang dihasilkan aktivitas magmatik Gunung Agung.

saat ditemui di pos pantau Gunung Agung yang terletak di Desa Rendang, Karangasem, mengatakan, "Cukup memengaruhi. Kemarin signifikan sekali, tiap jam istirahat reda," kata Suantika seperti dilansir dari situs kompas.com. Untuk hari ini, petugas akan kembali memperjelas apakah gempa yang terekam murni karena aktivitas vulkanik atau karena aktivitas galian C.