No icon

5 Langkah Kenali Bakat Anak

Pocimedia.com, Surabaya – Pada dasarnya setiap manusia yang terlahir di dunia sudah menyimpan bakat dan keterampilan masing-masing. Hanya saja tidak semua orang menyadari kelebihan yang mereka miliki dan mengembangkannya. Bagi orang tua, mengenali bakat anak menjadi tugas penting. Dengan begitu orang tua bisa mengembangkan karir anak di masa mendatang.

Pertanyaannya adalah bagaimana orang tua bisa dengan mudah mengenali bakat dan potensi anak? Apa yang harus mereka lakukan dengan bakat yang dimiliki oleh anak tersebut?

Deretan pertanyaan diatas biasa dilontarkan dalam seminar parenting. Hal ini sangatlah Wajar, karena banyak orangtua belum mengetahui cara mengenal bakat anak yang efektif. Bahkan ketidaktahuan orangtua  dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Bakat anak sebenarnya tidak bisa diketahui persisnya, kita hanya bisa mengetahui potensi bakat anak. Bakat menurut Howard Gardner adalah aktivitas teratur yang dihargai masyarakat dan dapat dinilai berdasakan tingkat keahliannya.  Misal, aktivitas menggambar bisa disebut bakat manakala hasil karya tersebut bernilai bagi masyarakat, baik segi seni maupun materi. Nah, agar potensi bakat anak bisa melejit sehingga mendatangkan nilai, ada baiknya orang tua menerapkan beberapa hal seperti dilansir dari laman teman takita.com, (12/3) di bawah ini:

Stimulasi anak untuk aktif bereksplorasi

Pancing ketertarikan anak untuk melakukan suatu aktivitas, tapi jangan langsung memberi perintah. Apabila anak bertanya, jelaskan seperlunya. Sebagaimana tugas perkembangan bakat pertama, anak perlu mencoba berbagai aktivitas dari keseluruhan ragam kecerdasan majemuk.

Berikan kesempatan anak melakukan aktivitas

Jika anak tertarik akan suatu kegiatan, maka berikanlah kesempatan. Awalnya orangtua bisa mendampingi anak, namun usahakan agar anak tetap merasa mandiri dalam melakukan aktivitasnya. Ketika merasa didikte orangtua, perilaku anak tidaklah mengacu pada kecerdasan majemuknya, tetapi lebih karena mengikuti perintah orangtua.

Kenali perilaku seru anak

Lakukan pengamatan terhadap perilaku anak: sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas. Bagaimana sikap anak sebelum melakukan aktivitas? Apa saja sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anak selama melakukan aktivitas tersebut? Bagaimana pula sikap anak setelah melakukan aktivitas? Perilaku lebih mudah diamati karena terlihat jelas. Orangtua juga perlu lebih jeli dalam mengamati sikap anak yang subtil, seperti dahi yang mengernyit atau perubahan ekspresi wajah. Usai melakukan aktivitas, ajukan pertanyaan agar anak bercerita mengenai pengalamannya melakukan aktivitas tersebut.

Perilaku seru mempunyai 4 ciri yaitu:

  1. Cepat belajar. Anak relatif cepat belajar cara melakukan suatu aktivitas. Cepat belajar bukan hanya cepat menguasai, melainkan bisa juga cepat mencari tahu dan mencoba melakukannya. Apabila tidak langsung melakukan, anak cenderung banyak bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Setelah beberapa kali mencoba, anak relatif bisa belajar sendiri sehingga semakin mahir melakukan aktivitas tersebut.
  2. Asyik. Anak asyik melakukan aktivitas; semua perhatiannya tertuju pada aktivitas tersebut, sehingga seringkali mengabaikan hal lain. Asyik tidak hanya sebatas merasakan kesenangan. Akan tetapi juga merasakan pengalaman seru. Yaitu kesesuaian antara kemampuan dengan tantangan yang dihadapi anak.
  3. Puas. Anak merasa puas setelah melakukan aktivitas. Anak menunjukkan respon positif yang terlihat dari ekspresi wajahnya. Bahkan, beberapa anak dengan semangat bercerita pengalamannya selama melakukan aktivitas tersebut.
  4. Ingin mengulang. Anak ingin mengulang aktivitas tersebut. Beberapa anak ingin mengulang karena tertantang untuk mencoba aktivitas dengan tingkat kesulitan yang lebih. Anak lain tertantang karena ingin mencoba kembali, mungkin sebelumnya ia merasa belum menguasai dengan baik.

Bila anak tidak menunjukkan perilaku seru maka anda belum bisa mengenal bakat anak secara nyata. Beri lah stimulasi agar anak melakukan aktivitas lain atau berkunjung ke berbagai tempat yang berbeda. Semakin beragam aktivitas semakin besar kemungkinan anak menunjukkan perilaku seru.

Lakukan penilaian terhadap perilaku seru anak

Bila sudah mengenali perilaku seru anak, orangtua bisa menggolongkannya ke dalam kecerdasan majemuk yang mana. Di bawah ini gambar delapan kecerdasan majemuk untuk mengenali bakat anak.

Refleksikan hasil penilaian bersama anak

Tak hanya dilakukan orangtua, anak pun harus mengenali kecerdasan majemuk dan minatnya. Apabila telah melakukan penilaian, komunikasikan hasil penilaian orangtua pada anak. Cara mengomunikasikannya tentu sesuai dengan usia dan kemampuan komunikasi anak. Ceritakan perilaku anak pada berbagai aktivitas dan kemudian cari tahu komentar anak.

Jika Anda merasa kebingungan dalam hal menganalisis penilaian perilaku hebat anak, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan pakar. Anda bisa mengikuti seminar atau workshop parenting. Disana Anda bisa mendapatkan gambaran materi tantang parenting, dalam kaitannya dengan pendidikan. Sekaligus Anda bisa bertukar pikiran atau berkonsultasi gratis dengan orang yang ahli di bidangnya.

Nah, berbicara soal parenting, Bulan ini Poci Media bakal menghadirkan kegiatan bertema JoyfulLearning & Creative Teaching. Bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya, event ini akan mengkaji tentang parenting, dari aspek psikologi pendidikan serta menyajikan konsep mengajar dan menyediakan bahan ajar kreatif. Seperti apa detil kegiatannya? Bisa langsung cek disini

Jika Anda tertarik, silahkan langsung daftar dengan klin link ini s.id/formjoyful

Komentar