Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1
Tentang Tumbuhan Pesing
No icon

Catatan Sang Pujangga

Tentang Tumbuhan Pesing

Mungkin satu semester lagi saya baru akan mendapat jawaban dari pertanyaan ini, nama tumbuhan merambat yang beraroma pesing. Saya katakan mungkin sebab semester ke depan itu milik sang perentang umur. 
Sesemester lagi, akan mungkin saya tanyakan langsung kepada penunggu tambak, pemancing, dan atau penduduk setempat daerah itu, meski bisa jadi mereka belum tentu memiliki nama untuk tumbuhan pesing itu. 
 

Aroma pesing itu terhirup kerap ketika saya berjalan di pinggir semak di daerah tambak. Tidak jarang aroma itu muncul di semak pinggir parit tempat saya lewat dan bahkan menjadi tempat saya mengail. Semula saya mengira itu aroma kencing orang mancing sebelum saya. Namun lantaran adanya itu di mana-mana dan bahkan tetap pesing pada pagi sesudah hujan deras, saya berani pastikan itu bukan bau air kencing manusia.

Saya menduga itu aroma tumbuhan merambat yang terlihat di sekitar terbitnya aroma itu. Masalahnya, saya belum pernah merangkak untuk mencium aromanya langsung sejenis rumput yang terduga pesing itu. Kemudian, kalaupun di tempat pesing itu terdapat jenis pohon bakau yang tengah mekar kembang, dapat kupastikan pesing itu bukan dari kembang itu. Di hutan bakau yang di akar-akarnya berserakan sampah bawaan air pasang malah pernah tercium aroma wangi luar biasa.


Saya menolak pesing itu sebagai penanda adanya interaksi dengan bangsa lelembut atau pun makhluk astral. Ini urusan pesing di hidung dan bukan urusan perabaan indera keenam. Ini pesing orisinal, terbit dari tumbuhan sejenis rumput yang tereaksi oleh udara, begitu pikir saya.
Saya sadar, aroma pesing dari jenis rumput di daerah pertambakan itu telah menjadi bahan pengundang saya untuk datang mengunjungi. Dan pemancing lain tentu dapat undangan dari cara lain. 


Pesing itu, ia menjadi bagian dari hamparan air payau, tumbuhan bakau, beburung bangau, suara trucukan berkicau, dan segala yang merangsang hidup inderawi--dalam hal sebagai media.

Penulis : Wadud Choirul

Komentar