No icon

Doyan Pelesir di Pantai? Yuk, Pilih Sun Block yang Benar bagi Kulit

Pocimedia.com, Surabaya – Apakah Anda seorang traveller yang gemar berpetualang di luar rumah? Jika iya, itu sebenarnya kegiatan menyenangkan. Apalagi jika berlibur bareng keluarga tercinta ataupun teman-teman.

Namun, meski travelling itu menyenangkan, kita juga perlu memberikan perhatian terhadap kesehatan kulit. Paparan sinar matahari di siang dan sore hari bisa menyebabkan kulit terbakar dan gosong. Bahkan, dalam jangka waktu tertentu, kondisi tersebut bertambah buruk dengan munculnya penyakit kanker kulit (Thinkstock).

Ada tiga jenis radiasi UV (ultraviolet) yang dipancarkan matahari, namun hanya UVA dan UVB yang berpengaruh pada tubuh manusia. Sinar UVA atau biasa dikenal aging rays dapat mempercepat penuaan kulit, keriput dan flek hitam. Sementara itu, sinar UVB atau burning rays adalah jenis sinar yang bisa membuat kulit terbakar.

Paparan yang terlalu tinggi terhadap kedua sinar tersebut dapat memicu terjadinya kanker kulit. Terlebih, sinar UVA dapat menembus kaca dan awan. Meski sinar UVB tidak bisa, tetapi intensitas radiasinya jauh lebih kuat daripada UVA. Selain sinar UV yang berasal dari matahari, tanning bed dan tanning lamp yang sering kali digunakan untuk mencokelatkan kulit juga memancarkan sinar UV yang dapat memicu kanker kulit. Jadi, hindari menggunakan kedua alat tersebut terlalu sering.

Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengoleskan sunblock setiap hari sebelum keluar rumah, bahkan jika cuaca mendung. Sunblock atau tabir surya akan menghalangi penyerapan radiasi ke dalam permukaan kulit.

Tahukah Anda kalau sebenarnya penggunaan krim tabir surya tidak terbatas untuk pergi ke pantai atau berenang saja? Ya! Idealnya, sunblock harus digunakan setiap hari sebelum Anda keluar rumah. Tidak hanya untuk mencegah kulit gosong akibat tersengat panas matahari, tetapi juga mencegah kanker kulit. Membeli produk kulit ini pun tidak boleh sembarangan. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia di pasaran, kita harus cermat memilah dan memilih tabir surya yang cocok untuk Anda:

1. Pastikan Kandungan Broad Spectrum

Tabir surya yang mengandung UVB lebih populer sejak zaman dahulu, tetapi yang sebenarnya Anda butuhkan adalah produk sunblock bertuliskan “Broad Spectrum”. Artinya, tabir surya tersebut dapat melindungi Anda dari kedua sinar UVA dan UVB. Produk tabir surya berlabel broad spectrum akan mengandung titanium dioksida (titanium oxide) dan zink oksida (zinc oxide), avobenzone, octisalate, ecamsule, atau PABA (para-aminobenzic acid) yang berfungsi menangkal radiasi UV.

2. Cek kadar SPF-nya

Para ahli di seluruh dunia sepakat merekomendasikan kadar minimal SPF 30, lebih tinggi lebih baik. Tabir surya dengan minimal SPF 30 dapat menghalangi 97% sinar UVB. Selain itu, produk ber-SPF tinggi mampu memberikan perlindungan lebih baik dari risiko kerusakan kulit jangka panjang, seperti kanker kulit. Namun hingga saat ini, belum ada satu tabir surya pun yang mampu menghalangi 100% sinar UVB matahari.

3. Perlukah pakai yang waterproof (tahan air) atau sweatproof (tahan keringat)?

Sebenarnya, penggunaan istilah “waterproof” atau “sweatproof” kurang tepat karena krim tabir surya tetap akan terbilas luruh jika Anda berkeringat deras atau berada di air dalam jangka waktu lama. Apapun jenis tabir surya, Anda tetap harus mengoleskan ulang secara merata idealnya setiap 2 jam sekali, atau segera setelah selesai berenang atau berkeringat.

4. Cek jenis kulit Anda

Ada dua jenis tabir surya, yaitu sunblock (tabir surya fisik) dan sunscreen (tabir surya kimiawi). Sunscreen bertindak sebagai penyaring sinar matahari, sementara sunblock berfungsi sebagai dinding penghalang kulit dari sinar matahari.

Sunscreen harus sering-sering diaplikasikan ulang, juga cenderung lebih mengiritasi kulit (terutama pada kulit sensitif atau kering). Sementara itu, tekstur sunblock lebih kental, berwarna putih susu, dan dapat meninggalkan lapisan putih di atas permukaan kulit.

Jika jenis kulit Anda berminyak atau berjerawat, umumnya lebih baik untuk memilih tabir surya yang lebih ringan seperti yang berbasis gel. Jika kulit Anda kering, Anda bisa memilih jenis tabir surya manapun, misalnya krim, stik, atau losion (selain yang semprot karena biasanya mengandung alkohol), tetapi oleskan dulu pelembap wajah Anda. Bagi yang berkulit sensitif atau rentan alergi, tabir surya mineral dengan bahan aktif seperti zinc oksida cenderung aman dan tidak mengiritasi kulit.

5. Cek jenis tabir suryanya

Tabir surya jenis krim bisa dipakai untuk seluruh tubuh, termasuk wajah. Sementara yang berbentuk gel cocok digunakan pada daerah berambut, seperti kulit kepala ataupun dada (untuk pria). Jika Anda ingin memberikan perlindungan lebih di daerah bawah mata, pilih tabir surya yang berbentuk stik.

Ada pula sunblock yang berbentuk kaleng semprot berisi tabir surya cair. Semprotkan beberapa kali pada bagian tubuh yang diinginkan, kemudian usapkan secara merata ke seluruh permukaan kulit. Tabir surya jenis ini jangan langsung disemprotkan ke wajah, namun semprotkanlah dulu ke telapak tangan, kemudian usapkan merata ke wajah Anda.

Disarikan dari laman nationalgeographic

Komentar