Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1
Benarkah Makanan Berpengawet itu Aman Dikonsumsi?
No icon

Benarkah Makanan Berpengawet itu Aman Dikonsumsi?

Pocimedia.com, Surabaya - Pekan lalu warga Indonesia diresahkan dengan temuan cacing di makanan sarden kaleng. Kejadian itu secara tidak langsung memberikan dampak pada persepsi masyarakat terhadap makanan kaleng. Meskipun, memang fakta menyatakan bahwa makanan berpengawet dalam jangka waktu tertentu tidak baik dikonsumsi. Namun rupanya tidak semua makanan berpengawet itu buruk.

Sebagian makanan yang mengandung bahan pengawet lebih baik dikonsumsi daripada makanan biasa yang tidak diawetkan. Dilansir dari Theindependent, Sabtu (7/4/2018), mengungkapkan fakta menarik terkait makanan berpengawet.

Saat terjadi panen besar-besaran, tidak mudah bagi petani untuk menghabiskan buah dan sayuran dalam waktu cepat, begitu pula dengan ikan sarden. Sehingga diperlukan proses pengawetan makanan dalam kaleng guna menjaganya agar tetap kedap udara, air, mikroba dan benda asing lainnya.

Jika sudah dalam keadaan steril, makanan aman dari bakteri. Sehingga terhindar dari busuk yang mengeluarkan bau tak sedap dan mengubah cita rasa dalam jangka waktu tertentu. Pengawetan dalam kaleng dilakukan dengan menambah cairan berupa larutan gula untuk pengalengan buah, kuah kaldu untuk pengalengan sayur, atau saus untuk pengalengan ikan sarden. Jadi makanan yang disimpan di kaleng aman dikonsumsi kapan saja.

Kedua, berbagai bahan dan jenis makanan apa pun cepat atau lambat akan rusak. Baik daging, ikan, susu, buah sayur, dan biji-bijian. Kerusakan makanan muncul karena timbulnya bakteri atau jamur yang menyebar, selain itu akibat paparan sinar matahari, serangga, atau tempat penyimpanan yang salah juga membuat makanan rusak. Itulah mengapa pengawetan perlu dilakukan untuk menjaga kualitas bentuk, rasa, serta tampilan agar bisa dikonsumsi. Jika makanan tidak diawetkan, maka akan berlendir, busuk dan berjamur, Anda tak akan bisa mengkonsumsinya lagi.

Pengawetan makanan sebenarnya sudah ada sejak dulu. Meski metode dan bahan yang digunakan berbeda, tetapi tujuannya tetap sama. Yaitu untuk menjaga kualitas makanan. Proses pengawetan makanan ada dua cara, yaitu alami dan kimiawi.

Untuk cara alami bahan yang digunakan terdiri dari bahan makanan segar, seperti bawang putih, gula, garam, dan asam. Sementara proses pengawetan kimiawi menggunakan bahan pengawet seperti natrium benzoat, kalium sulfit, dan nitrit. Dari sisi kesehatan, pengawetan dari bahan alami tergolong aman, sedangkan kimiawi memang diragukan keamanannya. Pengawetan makanan bisa juga dilakukan melalui cara pemanasan, pendinginan, pengeringan dan pengasapan. Misalnya, frozen food termasuk jenis makanan yang pengawetannya didinginkan, sementara pengawetan ikan asin dilakukan dengan cara dikeringkan.

Komentar