Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 8
Satu Milyar Orang Berisiko Kehilangan Pendengaran
No icon

Satu Milyar Orang Berisiko Kehilangan Pendengaran

Pocimedia.com, Surabaya – Badan kesehatan tingkat dunia, World Health Organization (WHO), melaporkan bahwa hampir satu Milyar orang beresiko kehilangan pendengaran. Data dari WHO menunjukkan bahwa ada sekitar 466 juta jiwa di seluruh dunia saat ini mengalami kehilangan pendengaran dan gangguan produktivitas. Ini berati ada 1 dari 10 orang di dunia yang beresiko kehilangan indra pendengaran menjelang tahun 2050, kecuali jika dilakukan tindakan pencegahan sekarang.

Biaya tahunan untuk negara-negara dari segi layanan kesehatan langsung dan hilangnya produktivitas akibat ketidakmampuan ini diperkiraan mencapai $750 milyar.

Permasalahan kerusakan pendengaran ini diperkirakan mengalami peningkatan akibat pertumbuhan populasi serta bertambahya warga lansia. Total warga lansia di dunia diperkirakan mencapai 9 milyar jiwa menjelang tahun 2050.

Shelly Chadha, pejabat teknis Departemen Pencegahan Ketulian dan Kehilangan Indra Pendengaran WHO, mengatakan, peningkatan populasi lansia tidak berarti peningkatan kehilangan indra pendengaran tidak dapat dicegah. Ia mengatakan ada banyak faktor selain meningkatnya usia yang mempengaruhi indra pendengaran.

“Bisa jadi ini adalah faktor-faktornya seperti penyakit infeksi, yang mungkin kita hadapi di masa kanak-kanak – campak Jerman atau penyakit gondong, meningitis atau infeksi telinga. Mungkin ada faktor-faktor seperti paparan pada suara bising, seperti musik yang bising atau kebisingan di tempat kerja. Banyak dari penyebabnya dapat dicegah, dan dengan mengangkat permasalahan ini, kita dapat menekan atau meminimalisir risiko kehilangan indra pendengaran,” ujar Chadha, dilansir dari laman nationalgeographic.co.id, (7/3).

WHO melaporkan sekitar 60 persen anak-anak yang kehilangan pendengaran bisa dicegah. Diantaranya dengan melakukan tindakan imunisasi pada anak untuk mencegah penyakit infeksi, menyaraing dan merawat infeksi telinga kronis, mencegah konsumsi obat yang dapat berdampak pada indra pendengaran, dan mengendalikan paparan pada suara-suara bising dan musik.

Namun dalam beberapa kasus dimana kasus kehilangan pendengaran tidak dapat dicegah, masih bisa dibantu dengan teknologi. Misalnya menggunakan alat bantu pendengaran dan dengan implantasi alat pendengaran.

WHO mengatakan semua peralatan ini memberikan manfaat yang besar bagi penderita tunarungu karena semua peralatan tersebut memungkinkan mereka dapat berkomunikasi dengan baik dan bersosialisasi dengan orang lain.

Komentar