No icon

Benarkah Lalat Biang Penyakit? Ini Hadits Nabi dan Penjelasan Ilmiah Ilmuwan Muslim

Pocimedia.com, Surabaya – Selama ini sebagian besar masyarakat Indonesia pasti merasa jijik jika makanan atau minumannya dihinggapi lalat. Kebanyakan orang mengerti bahwa lalat adalah hewan pembawa penyakit.

Menurut para ahli serangga, binatang lalat lebih kotor dibandingkan dengan kecoa. Faktanya, seekor lalat bisa membawa sekitar 300 lebih jenis virus, bakteri dan parasit penyebab penyakit. Beberapa kuman dan penyakit yang disebarkan oleh lalat menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) diantaranya bakteri E. colli, Helicobacter pylori, Salmonella, Rotavirus dan Virus hepatitis A, Disentri, Diare, Demam tifoid atau tipes, Kolera dan lain-lain.

Kebanyakan bakteri dan kuman penyakit berada pada sayap dan kaki-kaki lalat. Sehingga, meski lalat menghinggapi makanan hanya dalam hitungan 1-2 detik, makanan Anda sudah terkontaminasi kuman penyakit. Apalagi jika Anda langsung melahap makanan yang baru dihinggapi lalat, dipastikan kuman dengan cepat berkambang biak di dalam tubuh sehingga menyebabkan infeksi.

Menariknya, Islam justru memberikan prespektif lain mengenai lalat. Nabi Muhammad SAW pernah menyuruh sahabat untuk menenggelamkan lalat apabila jatuh ke dalam air minum kemudian membuang lalat trsebut.

“Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat.” (HR. Al Bukhari)

Merujuk pada hadits diatas, ilmuwan Muslim memberikan penjelasan ilmiah yang menyimpulkan bahwa lalat juga membawa obat atau penangkal yang terletak di sayap sisi kanannya.  

Dikutip dari laman arrahmah.com (7/2) yang juga melansir dari situs Dr. Zaghloul El-Nagger, seorang professor Muslim di bidang sains, menjabarkan bahwa lalat itu membawa penyakit di salah satu sayapnya, dan obat dari penyakit tersebut di sayap yang lain.

Ketika seekor lalat jatuh ke dalam wadah makanan atau minuman, dia membawa mikroba di salah satu sayapnya, sebagai pertahanan diri. Mengacu pada hadits nabi diatas, Imam Ibnu Hajar berpendapat bahwa salah satu ulama mengamati lalat melindungi dirinya dengan sayap kiri. Jadi jika lalat direndam di tempat ia terjatuh, obat penawar itu akan menghancurkan racun atau mikroba dengan kehendak Allah.

Allah SWT memberikan lalat kemampuan untuk membawa kuman pada salah satu sayapnya dan obat penawar pada sayap yang lain. Jika tidak, spesies lalat akan binasa sekarang, semua terkena kuman ini. Namun, lalat-lalat itu masih ada di lebih dari 87.000 spesies.

Lalat membawa virus dari banyak penyakit yang kemudian mencemari makanan, minuman dan tubuh. Penyakit yang diakibatkan oleh virus seperti flu, campak, gondok, cacar, kutil, demam kuning, penyakit hati menular, beberapa kasus kelumpuhan, beberapa jenis kanker, dan beberapa penyakit kronis dari sistem saraf pusat termasuk juga multiple sclerosis.

Virus juga menyebabkan banyak penyakit pada ternak, seperti pada domba, burung, serta bebek yang dapat masuk ke tubuh manusia melalui hewan yang terinfeksi itu. Beberapa tanaman seperti kentang, tomat, pisang dan tebu juga bisa hancur oleh infeksi virus.

“The Virulent Bacteriophage” membunuh sel bakteri yang menyerang dalam waktu yang sangat singkat. Sementara “Temperate Bacteriophage” menjaga sel bakteri untuk tetap hidup. Hal itu semacam kekebalan terhadap virus yang sama dan atau menghasilkan virus yang sama. Hal ini menjelaskan mengapa lalat membawa patogen pada salah satu sayapnya dan obat penawar pada sayap yang lain.

Sekelompok peneliti Muslim di Mesir dan Arab Saudi melakukan beberapa percobaan pada wadah berbeda yang berisi air, madu dan jus. Mereka membiarkan jenis cairan tersebut dihinggapi lalat. Kemudian mereka menenggelamkan lalat di beberapa wadah ini. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan bahwa cairan yang tidak menenggelamkan lalat mengandung banyak bakteri dan virus, sementara wadah yang lain di mana lalat benar-benar ditenggelamkan tidak terdapat bakteri dan virus.

Penemuan bahwa ada penangkal untuk patogen, dan bahwa ada berbagai jenis bakteri dan “Bakteriofag”, baru diketahui pada dekade terakhir abad ke-20. Sedangkan Nabi Muhammad SAWA sudah menyinggung soal ini 1400 tahun lalu. Saat itu manusia hampir tidak tahu tentang fakta-fakta ilmu pengetahuan modern. Namun, jenis informasi yang akurat seperti ini, bahwa salah satu sayap lalat membawa penangkal patogen yang dibawa oleh sayap yang lain, hanya bisa berasal dari Wahyu Ilahi yang diajarkan kepada Nabi oleh Allah SWT. 

Disarikan dari beberapa sumber 

Komentar