Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1
Metode Pengobatan Paling Ideal bagi Umat Islam
No icon

Thibbun nabawi

Metode Pengobatan Paling Ideal bagi Umat Islam

Pocimedia.com, Surabaya – Pepatah mengatakan bahwa kesehatan merupakan nikmat besar bagi manusia. Iya, karena dengan badan yang sehat, seorang muslim mampu beraktivitas sekaligus beribadah dengan tenang.  

Islam ternyata juga mengenalkan sejumlah metode untuk menjaga kesehatan. Salah satunya dengan terapi bekam atau dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah al hijamah. Bekam termasuk pengobatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada zaman dahulu.

Beberapa riwayat hadits menguraikan anjuran Nabi Muhammad SAW agar menjaga kesehatan dengan bekam. “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan pengobatan dengan besi panas (kay). Sesungguhnya aku melarang umatku (berobat) dengan kay,” (HR. Al-Bukhari).

Hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa bekam atau hijamah dan fashdu (vnesection/sejenis bekam) merupakan metode pengobatan yang paling ideal.

Terkait waktu yang tepat untuk terapi bekam, Rasulullah rutin melakukan nya setiap satu bulan sekali. Yaitu setiap tanggal 17, 19 dan 21 Bulan Qamariyah. Pada saat itu darah kotor berhimpun, sehingga lebih mudah terangsang karena sedang berada pada puncak gejolak.

Pemilihan waktu bekam seperti di atas adalah sebagian tindakan preventif untuk menjaga kesehatan. Sedangkan untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika membutuhkan.

Diriwayatkan bahwa Rasulallah SAW berbekam setelah memakan daging kambing beracun. Ada juga riwayat yang menuliskan bahwa nabi melakukan bekam di punggung telapak kakinya usai terjatuh dari atas kuda.
Ima as-Suyuti, megutip pendapat Ibnu Umar RA, menambahkan bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah yang paling baik karena dalam hal ituterdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.

Teknik pengobatan bekam pada dasarnya adalah membuang darah kotor (toksid/racun) dalam tubuh yang berbahaya melalui permukaan kulit dengan pisau penyayat atau jarum (lancet) di titik-titik tertentu. Metode ini telah teruji manfaatnya dalam mengobati berbagai macam penyakit tanpa efek samping. Penelitian ilmu kedokteran modern sudah banyak yang menguji khasiat pengobatan bekam.

Kelebihan Bekam

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Damaskus, Muhammad Amin Syaikhu, tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari metode bekam, menemukan bahwa kesembuhan metode ini terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna.

Aiman bin ‘Abdul Fattah menambahkan informasi berdasarkan hasil tim laboratorium yang mengadakan penelitian darah yang keluar dari titik-titik bekam yang hasilnya sebagai berikut:

Terapi bekam melindungi sekaligus menguatkan unsur sistem kekebalan

Proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi.

Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100). Teknik bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh. Dia tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam.

Kandungan sel darah merah maupun sel darah sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa      proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya selurih  system dan organ tubuh

Komentar