Warning: include(consig.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1

Warning: include(): Failed opening 'consig.php' for inclusion (include_path='.:/opt/alt/php70/usr/share/pear') in /home/u8479251/public_html/pocimedia.com/index.php on line 1
Mie Wortel, Makanan Sekaligus Obat Produk Mahasiswa
No icon

Mie Wortel, Makanan Sekaligus Obat Produk Mahasiswa

Pocimedia.com, Surabaya – Wortel, tanaman jenis sayuran berwarna oranye ini banyak digemari oleh masyarakat. Selain memiliki sedikit rasa manis, wortel kaya akan kandungan gizi melimpah yang berguna bagi kesehatan kita. Wortel diketahui punya kandungan antioksidan melimpah yang berperan penting dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.

Selain zat antioksidan, tumbuhan biennial itu terkenal dengan kandungan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Mengkonsumsi wortel baik untuk penglihatan mata, terutama bisa  meningkatkan pandangan jarak jauh. Sayuran ini baik untuk seorang penembak jitu. Wortel sangat berguna sebagai tumbuhan pendamping bagi petani. Wortel dapat menaikkan jumlah produksi tomat jika ditanam bersamaan. Jika dibiarkan berbunga, wortel akan mengeluarkan aroma herbal yang menarik tawon predator untuk datang dan membunuh hama kebun.

Jika kebanyakan orang memanfaatkan wortel sebagai sayuran atau jus, maka di tangan alumni Universitas Brawijaya Malang, Dwi Winarno, sayur wortel diolah menjadi bahan makananan berupa mie. Niat dirinya mengembangkan mie wortel ini dijadikan sebagai makanan menyehatkan sekaligus obat.

Proses pembuatan mie wortel terbilang sederhana.  ”Bahannya sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Untuk menghasilkan mi yang prima membutuhkan teknologi pendukungnya,” kata Dwi seperti dilansir dari laman pengusahamuslim.com (5/2). Teknologi pembuatan mie wortel sebenarnya terkait dengan alat yang diciptakan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Pangan Unibraw tersebut. Meskipun sebagian alat bahan bakunya impor, namun ide pembuatan alat untuk membuat mi wortel dari lokal.

Alat tersebut berupa mixer planetari (alat pengaduk) dan dough sheeter (pemipih adonan), serta cutting griil (alat pemotong). Tiga alat ini berfungsi untuk membuat mi wortel. Dwi menjelaskan, produksi mie menggunakan alat itu hasilnya berbeda dari segi rasa, kesegaran, serta awet.

”Mungkin karena hal ini banyak sekali konsumen yang memesan mi wortel,” akunya.

Bahan pembuatan mie wortel tergolong sangat mudah. Bahanya terdiri dari tepung terigu, wortel, serta sedikit garam. Meski bahannya mudah dan murah, pengolahan mie wortel memilik keunikan dengan proses pembuatan mie pada umunya. Bahan-bahan pembuatan mie dimasukkan ke dalam alat yang sudah disebutkan tadi, selanjutnya diolah menjadi mie.

Menurut pengakuan Dwi, mie wortel buatannya termasuk satu-satunya mie yang ada di Malang. Makanannya diolah secara halal tanpa menggunakan bahan pengawet serta memiliki kandungan pro vitamin A yang cukup tinggi. Bahkan sebagian konsumen mengaku mengkonsumsi mie wortel untuk pengobatan sakit mata.

Mie wortel pada dasarnya merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Dwi selama beberapa tahun. Sebelum menciptakan mie wortel, Fakultas Teknik Pangan Unibraw melakukan riset dengan menjadikan ubi, sayur, serta jamur sebagai bahan baku mie. Ternyata hasil riset menunjukkan bahwa mie yang terbuat dari bahan-bahan tersebut kurang diminati konsumen.

”Karena gagal, kami mencoba riset lain, yakni dengan wortel,” kata Produk dan Direktur Kantin Teknologi Pangan Unibraw ini.

Inovasi mie wortel mampu bertahan hingga dua hari. Warnanya yang merah muda juga menarik minat konsumen untuk membeli. Warna ini murni hasil warna wortel, dan bukan zat pewarna. Harga jual mi wortel sekitar Rp 9.000 per kilo. Karena itu Dwi awalnya hanya memasarkannya di lingkungan kampus.

Melihat banyaknya jumlah peminat mie wortel di kalangan mahasiswa saat itu, Dwi akhirnya melebarkan pangsa pasarnya lokal di Malang dan beberapa daerah lain. Bekerja sama dengan Fakultas Teknik Pangan Unibraw, dirinya membuka program pelatihan pembuatan mie wortel beserta pemasarannya. Dirinya juga beberapa kali mendapat undangan sebagai nara sumber

Dwi menjelaskan, produksi mi wortel bisa bekerja sama dengan Fakultas Teknik Pangan Unibraw, dalam bentuk pelatihan pembuatan mie sekaligus pemasarannya. Sejak dibuka program pelatihan, Dwi banyak diundang untuk memberikan pelatihan membuat mie serupa di luar Malang. ”Mie ini memang langka. Hanya saja, untuk menghasilkannya dibutuhkan alat tertentu, sehingga harganya sedikit mahal,” pungkasnya dilansir dari laman pengusahamuslim.com (5/2).

Komentar